kumparan
22 Feb 2019 6:50 WIB

5 Fakta Munajat 212 di Monas

Sejumlah peserta Malam Munajat 212 melaksanakan ibadah salat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, kamis, (21/2). Foto: Jamal Ramdhan/kumparan
Acara bertajuk Munajat 212 telah usai digelar oleh MUI DKI Jakarta dan Lembaga Dakwah Front (LDF) FPI di silang Monas, Jakarta Pusat. Acara tersebut digelar mulai pukul 18.30 WIB hingga pukul 24.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari salat Maghrib berjamaah hingga mendengar sambutan dari para tokoh, seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon hingga siaran video conference Habib Rizieq langsung dari Makkah.
Gubernur Anies Baswedan yang namanya muncul di daftar acara panitia Munajat 212, tidak hadir di acara tersebut karena sedang berada di Padang menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia.
Berikut kumparan merangkum 5 fakta acara Munajat 212:
1. Digelar untuk Doakan Bangsa
Ketua PA 212 Slamet Maarif yang berperan serta dalam acara menyampaikan bahwa acara Munajat 212 semata-mata merupakan acara doa bersama agar bangsa Indonesia diselamatkan oleh Allah. Selain itu, ia pun mengundang semua elemen masyarakat untuk hadir di acara tersebut dan memanjatkan doa bersama.
ADVERTISEMENT
"Siapa pun diharapkan hadir untuk bermunajat mengetuk pintu langit," ucapnya pada Kamis (21/2).
2. MUI DKI Diimbau Tetap Jadi Pemersatu Umat
Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid, kepada MUI provinsi DKI Jakarta. Ia berharap, MUI DKI yang turut memprakarsai acara Munajat 212 di Monas, terus menjadi organisasi pemersatu umat.
"Kepada MUI Provinsi DKI yang ikut memprakarsai kegiatan tersebut kami mengimbau untuk tetap menjadikan organisasi MUI sebagai simpul dan pemersatu umat, menjaga ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis dan bersatu," kata Zainut dalam keterangan tertulis, Kamis (21/2).
Ia juga berpesan agar MUI DKI mengantisipasi, agar acara Munajat 212 tidak disisipi dengan kegiatan yang berbau politik. Hal tersebut bisa merusak makna dan kesakralan acara bertema doa tersebut.
Sejumlah peserta Malam Munajat 212 berdoa di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, kamis, (21/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
3. Peserta Diperiksa dengan Metal Detector
ADVERTISEMENT
Kepolisian memberikan pengamanan ketat pada acara Munajat 212. Salah satunya, mereka melakukan pengecekan para peserta Munajat 212 yang datang menggunakan metal detector.
“Untuk keamanan, antisipasi ada teror. Kejadian yang tidak diinginkan. Karena dua pintu tadi diprediksi terbanyak dilalui peserta aksi,” kata AKBP Retno, personel keamanan dari Polda Metro Jaya di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2).
Selain metal detector, sejumlah Laskar FPI juga tampak memeriksa tas yang dibawa peserta aksi. Beberapa polisi terlihat pengamati saat Laskar FPI memeriksa barang bawaan orang yang hendak masuk ke Lapangan Monas.
4. Teriakan Prabowo Menggema di Munajat 212
Meski MUI telah mengimbau agar tidak ada sisipan politik di acara Munajat 212 di Monas, beberapa peserta Munajat 212 masih beberapa kali meneriakkan nama Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Beberapa peserta Munajat 212 hadir sekitar pukul 16.00 WIB, di silang Monas Barat. Sembari mempersiapkan diri menjelang salat Maghrib berjamaah, beberapa peserta mendengungkan nama Capres 02, Prabowo Subianto.
“Prabowo, Prabowo, Prabowo!” teriak peserta yang hadir.
Belum diketahui apa alasan para peserta meneriakkan nama Prabowo sebelum acara dimulai. Namun seorang dari atas panggung sempat membacakan sebuah pantun yang berbunyi.
“Burung dara terbang ke hulu. Burung nuri sayapnya biru. Satukan suara saat pemilu. Kita pilih presiden baru,” bunyi pantun yang dibacakan seseorang dari atas panggung sambil mengecek pengeras suara.
Habib Rizieq. Foto: Reuters/Raisan Al Farisi
5. Video Conference dari Rizieq Syihab
Imam Besar FPI Rizieq Syihab memberikan pidato melalui video conference dari Makkah dalam acara Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2) malam. Saat memandu doa, Rizieq mengatakan siap untuk menenggelamkan rezim yang durhaka.
ADVERTISEMENT
“Kami bertekad melawan kezaliman, menegakkan keadilan dengan jiwa raga, kami siap tenggelamkan rezim durhaka. Rezim pendukung penista agama. Namun tanpa izin-Mu kami tak bisa,” kata Rizieq.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan