Pencarian populer

5 Fakta Pembunuhan Ketua DPRD Kolaka Utara oleh Istrinya Sendiri

Ilustrasi Pembunuhan (Foto: Shutterstock)

Ketua DPRD Kolaka Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia pada Rabu (18/10) di tangan istrinya sendiri AE. Polisi resmi menetapkan AE sebagai tersangka setelah melakukan penyelidikan terhadap lima saksi yakni AE, penjaga rumah korban, sopir korban, anggota Satpol PP, dan dokter yang sempat merawat Musakkir.

kumparan (kumparan.com) merangkum lima fakta tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh AE terhadap suaminya sendiri, Ketua DPRD Kolaka Utara di Provinsi SulawesiTenggara.

1. Luka tusuk

Musakkir Sarira dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perutnya. Hal ini dibenarkan oleh Kasubbid Pidana Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh.

"Iya benar informasinya seperti itu. Dia (Musakkir) ditusuk," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh tim dokter RS Bhayangkara Kendari jika Ketua DPRD Kolaka Utara mengalami luka tusuk selebar 1,9 cm dengan kedalaman 4cm yang ada di antara perut dan dada.

2. Rumah dinas

Musakkir ditemukan bersimbah darah di rumah dinasnya pada Selasa (17/10). Salah satu penjaga rumah dinas Ketua DPRD Kolaka Utara, melihat Musakkir memegangi perut dan berlumuran darah.

3. Dibawa ke RS oleh istrinya

Usai menusuk suaminya, AE meminta bantuan Satpol PP, sopir dan penjaga rumahnya membawa suaminya ke RS Kolaka Utara. Namun karena keterbatasan peralatan medis, RS Kolaka Utara merujuk Musakkir ke RS Benyamin Guluh Kolaka sekitar pukul 22.00-23.00 Wita.

Setelah dirujuk ke RS Benyamin Guluh Kolaka nyawa Musakkir tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada keesokan harinya, Rabu (18/10) pukul 16.30 Wita.

"Korban dibawa ke Rumah Sakit Kolaka Utara, selanjutnya dirujuk ke RSUD Benyamin Galuh Kolaka. Tapi nyawanya tidak tertolong lagi, diduga karena kehabisan darah," jelas Kasubbid Pidana Polda Sultra, Kompol Dolfi.

4. Istri mengaku tak sengaja menusuk suami dengan pisau buah

Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan menyebut, AE refleks menusukkan pisau ke dada suaminya lantaran emosi. "Tersangka secara tiba-tiba mengambil pisau buah yang terletak di meja kamarnya (kemudian menusukkan ke dada suaminya)," ujar Bambang.

Penusukan itu dilakukan oleh AE menggunakan pisau buah yang kemudian diamankan polisi sebagai barang bukti beserta baju bersimbah darah milik Musakkir.

5. Cemburu

Polisi menyebut, motif fibalik pembunuhan itu lantaran AE cemburu dan menduga Musakkir memiliki hubungan denngan wanita lain.

"Ada dugaan dari tersangka, korban ada hubungan dengan wanita lain," ujar Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Jumat (20/10).

Kini AE telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Kolaka Utara setelah mengakui melakukan penusukan terhadap suaminya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53