Pencarian populer

5 Fakta Tentang Arseto Suryoadji, si Tersangka Hate Speech

Arseto Suryoadji. (Foto: Arseto Suryoadji/Instagram)

Nama Arseto Suryoadji Pariadji melambung tinggi bersama dengan rangkaian pernyataan palsu dan tingkah laku kontroversial yang dibuatnya. Mulai dari sebut undangan pernikahan putri Jokowi dijual seharaga Rp 25 juta hingga melakukan selfie saat melayat adik Soeharto, Probosutedjo 27 Maret lalu.

Tak pelak, masyarakat pun dibuat heboh karenanya. Akhirnya, pada Kamis (29/3) setelah diperiksa 1x24 jam, Arseto ditetapkan sebagai tersangka penyebar ujaran kebencian. Berikut lima hal terkait siapa Arseto, si tersangka hate speech.

1. Sebar hoaks

Arseto resmi ditahan (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)

Arseto, harus terima ketika ia dilaporkan ke kepolisian oleh Jokowi Mania. Ia dilaporkan atas pasal pencemaran nama baik karena menyebarkan berita bohong soal undangan pernikahan anak Presiden Jokowi yang diperjualbelikan.

"Arseto kami laporkan karena sudah sebarkan hoaks terkait undangan nikah Kahiyang yang dijual seharga Rp 25 juta kepada para pendukungnya," kata Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/3).

Tak lupa, dalam laporan itu, Immanuel membawa beberapa barang bukti seperti rekaman video dan transkrip pernyataan yang mengatakan undangan anak Jokowi dijual Rp 25 juta.

2. Memiliki Air Softgun

Bukan hanya menyebarkan hoaks, ternyara Arseto pun memiliki senjata. Ia kedapatan membawa senjata Air Softgun. Kepemilikan senjata tersebut terungkap saat Arseto digeledah oleh pihak polisi.

"Hasil dari penggeledahan kendaraan jenis Mercedes Benz C230 warna putih ditemukan 1 pucuk senjata air softgun," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono melalui keterangan tertulisnya, Rabu (28/3).

Tidak berhenti di situ, pihak polisi pun menggeledah rumah Arseto di Hotel Gading Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara untuk mencari ada atau tidaknya penyalahgunaan senjata api lainnya.

3. Residivis narkoba

Ilustrasi Sabu (Foto: Ronny Muharman/Antara )

Setelah dicari tahu terkait sepak terjang Arseto, ternyata dalam catatan kepolisian, ia pernah terlibat kasus narkoba. Tepatnya pada tahun 2008, Arseto tertangkap oleh polisi bersama dengan barang bukti narkoba jenis sabu.

"Tersangka adalah mantan narapidana dalam kepemilikan psikotropika jenis sabu pada tahun 2008 dan divonis penjara selama 10 bulan penjara," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

Karena track recordnya yang pernah terlibat kasus barang haram, polisi ketika menangkapnya pun sempat menggeledah tubuhnya. Hal tersebut untuk mengetahui apakah Arseto masih bermain barang haram itu atau tidak. Dan hasilnya, Arseto tidak kedapatan membawa narkoba.

4. Salah sebut nama Hotman Paris Hutapea

Mungkin karena terburu-buru, Arseto jadi salah saat sebut pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dengan nama Hotman Sitompul. Kala itu ia sedang menyambangi Kopi Jhoni di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia datang ke sana untuk mengadu terkait pemberitaan yang tidak benar tentang pernyataan dirinya yang sebut undangan anak Jokowi dijual Rp 25 juta.

"Sekarang, gue ada di Kopi Jhony, gue mau nyari Bang Hotman Sitompul. Saya mau tuntut itu seword.com," ujarnya, Senin (26/3).

Sontak, video yang ia unggah tersebut dibanjiri komentar dari warganet. Banyak dari mereka yang menganggap bahwa Arseto tengah meracau sehingga salah sebut nama. Bahkan ada juga yang sebut bahwa Arseto salah alamat, karena apabila ia mencari Hotman, di hari kerja, harusnya ia datang ke kantornya langsung di jalan Boulevard

5. Selfie saat melayat adik Soeharto

Lagi, Arseto buat kegaduhan lainnya. Saat keluarga sedang berduka, Arseto malah melakukan selfie dan membuat vlog saat melayat adik Soeharto. Hasilnya, ia unggah dalam akun instagramnya. Banyak warganet yang menyayangkan aksinya kali ini. Hal tersebut karena tindakan Arseto dinilai tak etis.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60