kumparan
16 Feb 2019 7:30 WIB

5 Fakta Terkait Salat Jumat Prabowo di Masjid Kauman, Semarang

Prabowo Subianto (tengah) salat di Masjid Kauman, Semarang, Jumat (15/2). Foto: Dok. Istimewa
Prabowo Subianto melaksanakan salat Jumat di Masjid Kauman, Semarang, Jumat (15/2). Prabowo tetap melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut setelah sebelumnya muncul polemik karena adanya selebaran “Jumatan Bareng Prabowo” yang dianggap pihak masjid rawan menjadi bentuk politisasi tempat ibadah.
ADVERTISEMENT
Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Prabowo salat di masjid tersebut tanpa melakukan kegiatan kampanye yang semula dikawatirkan.
Berikut kumparan rangkum enam fakta terkait Salat Jumat Prabowo di Masjid Kauman.
1. Tak ada persiapan khusus sambut Prabowo
Staf administrasi Sekretariat Pengelola Masjid Agung Kauman Semarang, Yulmiwati, menyebut tak ada persiapan khusus menyambut Prabowo yang melaksanakan Salat Jumat di Majis Kauman. Yulmiwati mengatakan, pelaksanaan Salat Jumat dipersiapkan seperti biasanya.
"Enggak ada persiapan, parkir buat dia juga campur dengan yang lainnya, pengamanan dari kami sekuriti biasa, jumlahnya 4 karena memang setiap Jumat begitu. Saf khusus juga tidak, biasanya pejabat akan ada di saf dua atau tiga," jelasnya.
Suasana di depan Masjid Kauman Semarang jelang kedatangan Prabowo Subianto. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
2. Prabowo tempati saf paling depan
ADVERTISEMENT
Kedatangan Prabowo di Masjid Kauman tidak diketahui awak media. Namun, dari informasi yang dihimpun kumparan, Prabowo tiba sesaat sebelum Salat Jumat dimulai.
Prabowo sendiri menempati posisi saf paling depan, tidak jauh di belakang imam salat Jumat. Seorang pengurus masjid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kedatangan Prabowo melalui kantor yang berada di belakang masjid, di luar sepengetahuannya.
"Kami siapkan masjid seperti biasa salat Jumat, tapi Pak Prabowo tadi masuk lewat kantor atau samping belakang masjid, itu koordinasi sama timnya. Saya enggak tahu," kata dia.
3. Tak ada kampanye
Usai melaksanakan ibadah Salat Jumat, Prabowo langusung meninggalkan lokasi tanpa terlebih dahulu menemui simpatisannya yang sudah tiba sebelum Jumatan dimulai. Tak nampak juga ada kegiatan kampanye di Masjid Kauman.
ADVERTISEMENT
Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengatakan usai salat Jumat, Prabowo langsung menuju ke Hotel Gumaya untuk beristirahat.
"Ya istirahat untuk nanti kegiatan lagi sore hari kuliah kebangsaan," katanya.
Suasana Masjid Kauman, Semarang, Jumat (15/2). Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
4. Sempat ada teriakan Prabowo presiden
Sempat terdengar teriakan, "Prabowo Presiden", dari sejumlah jemaah di Masjid Kauman usai melaksanakan Salat Jumat. Namun, teriakan itu kemudian langsung dikendalikan oleh pengawal Prabowo dengan memberi isyarat supaya berhenti. Semakin lama massa yang mengiringi semakin banyak.
"Prabowo, Prabowo," teriak sejumlah simpatisan.
Teriakan sejumlah orang dari saf belakang di dalam masjid itu pun disambut isyarat oleh sejumlah kader Gerindra yang ikut mengawal Prabowo. Mereka berupaya menenangkan pendukung untuk tidak teriak di dalam masjid.
Namun, beberapa saat kemudian teriakan nama berganti dengan takbir. "Presiden!" teriak pendukung lain tak mengindahkan isyarat diam.
ADVERTISEMENT
Prabowo diam seribu bahasa dan langsung menuju mobil melalui pintu samping. Sementara itu, di luar masjid, tak sedikit simpatisan yang mengejar Prabowo dan mengacungkan salam 2 jari. Mereka tak peduli hujan deras mengguyur Kota Lumpia demi bertemu sang capres idolanya.
Suasana Masjid Kauman, Semarang, Jumat (15/2). Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
5. Bawaslu selidiki teriakan Prabowo presiden di Masjid Kauman
Saat ditemui pada Jumat (15/2) sore, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mengaku belum mengetahui adanya teriakan 'Prabowo Presiden' saat capres nomor urut 02 tersebut melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjid Agung Kauman Semarang. Namun, Bawaslu akan mengecek hal tersebut.
"Cuma kalau melanggar apa tidak, saya belum tahu, karena saya belum dapat informasi yang detail. Nanti coba saya tanyakan dulu, kita lihat dulu siapa yang teriak, kalau ternyata yang teriak wartawan kan tidak bisa. Jadi kan harus kita cek, klarifikasi," ujar Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi Arif di kantornya.
ADVERTISEMENT
Terkait teriakan tersebut, Fajar meyakini Bawaslu Kota Semarang juga akan melakukan klarifikasi dan pengecekan. Hal itu dilakukan untuk mendapati siapa oknum yang berteriak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan