Pencarian populer
5 Nasib Pilu Hewan yang Terjerat Sampah Plastik di Lautan
6 Desember 2018 11:38 WIB
0
0
Mati Bergelimang Plastik. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Masalah sampah plastik bukan hanya berdampak pada manusia, tetapi juga bagi hewan. Banyak hewan yang bernasib mengenaskan karena makan atau terjerat sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh manusia.
kumparan mencatat, sedikitnya ada 5 kisah pilu hewan yang hidup dalam gelimang sampah plastik di lautan. Berikut daftarnya:
1. Plastik tersangkut di kerongkongan kura-kura
Pada Maret 2018 lalu, seekor kura-kura sekarat ditemukan di pantai Afrika Selatan. Warga lalu membawa kura-kura tersebut ke dokter untuk diperiksa.
Awalnya dokter menduga ada infeksi paru-paru. Namun setelah diberikan obat-obatan dan antiobiotik, kondisi kura-kura tak juga membaik. Malah kura-kura itu semakin hari, semakin lemah.
Seperti dilansir Huffington Post, saat memeriksa lebih dalam, ternyata ada penyumbatan pada esofagus (kerongkongan) kura-kura itu. Saat diperiksa menggunakan endoskopi, ditemukan sepotong besar plastik hitam di kerongkongan kura-kura.
2. Anjing laut menelan plastik
Seekor anak anjing laut berumur lima minggu, ditemukan di pantai dalam keadaan terluka dan kurang gizi. Anjing laut itu lalu diselamatkan dan dibawa ke Cornish Seal Sanctuary dan diberi nama Brian May.
Ketika staf mencoba memberikan makan Brian, dia menyadari bahwa Brian telah mencerna plastik di dalam perutnya.
Mengetahui hal itu, mereka segera menyelamatkan Brian May. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan dua kantong plastik berukuran diameter 8 cm.
Beruntung Brian bisa selamat karena plastik tersebut berhasil dikeluarkan.
3. Kuda laut membawa cotton bud
Seekor kuda laut saat membawa korek kuping di perairan Nusa Tenggara Barat. (Foto: Instagram @justinhofman)
Justin Hofman dari Sea Legacy memotret seekor kuda laut sedang membawa sampah cotton bud di ekornya.
Justin menceritakan awal mula ia bisa memotret kuda laut itu. Menurutnya, foto itu ia ambil di dekat Sumbawa Besar pada Desember 2016 lalu. Saat itu Justin sedang melakukan ekspedisi dengan EYOS Expedition yang dimulai dari Kota Kinabalu, Malaysia, dan berakhir di Bali.
Sebagai seorang penikmat alam liar, Justin merasa sedih dan kecewa hal semacam itu menimpa hewan laut sekecil itu. Kehidupan di alam liar yang seharusnya alami, kini tercemar oleh sampah yang bisa jadi mengganggu habitat mereka.
"Aku merasa sedih untuk hewan kecil itu. Kuda laut sangat lucu dan belum terkena begitu banyak sampah dan limbah. Aku benci melihatnya harus hanyut dengan pencemaran (sampah) ini di sepanjang hidupnya," ungkap Justin kepada kumparan beberapa waktu lalu.
4. 80 kantung plastik di perut Paus di Thailand
Seekor paus ditemukan mati mengenaskan di selatan Thailand setelah menelan 80 kantung plastik. Kasus ini menambah deretan matinya hewan laut akibat menelan plastik secara tidak sengaja.
Menurut laporan dari Departemen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir, paus tersebut ditemukan sekarat di sebuah saluran dekat perbatasan Thailand dan Malaysia. Saat awal ditemukan, kru memberikan pelampung agar paus itu tetap mengapung dan payung untuk melindunginya dari terik matahari.
Kelompok dokter hewan telah berusaha menyelamatkannya namun nyawa paus tetap tak tertolong.
"(Sudah mencoba) untuk menstabilkan kondisinya namun akhirnya paus itu tewas," ujarnya, dilansir AFP, Sabtu (2/6).
Dari hasil autopsi, ditemukan 80 kantung plastik seberat 8 kilogram dalam perut paus tersebut. Paus itu juga memuntahkan lima kantung plastik sebelum mati.
Ahli biologi dan dosen di Universitas Kasetsart, Thon Thamrongnawasawat, menyebut plastik-plastik itu menyebabkan paus tak dapat mencerna nutrisi.
"Bila kamu punya 80 kantong plastik di perut, kamu akan mati," kata dia.


5. Sampah di usus kura-kura hijau
Seekor kura-kura hijau terdampar lemah di perairan Provinsi Timur Chanthaburi pada 4 Juni. Hewan itu diselamatkan seorang dokter hewan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Timur, Weerapong Laovechprasit.
Beragam limbah plastik mengisi saluran usus kura-kura, membuatnya tidak bisa makan dan menyebabkan kematian dua hari kemudian setelah ditemukan.
Awalnya, Weerapong mendeteksi adanya penyumbatan di tubuh kura-kura menggunakan sinar X. Ia lalu mencoba menyelamatkan kura-kura dengan memberinya makan via injeksi intravena, tetapi tak berhasil.
"Dia itu merasa lemah dan tidak bisa berenang, penyebab utama kematian adalah sampah laut," kata Weerapong dilansir AFP.
Lebih dari empat juta ton sampah plastik yang dibuang ke lautan di dunia setiap tahunnya, berasal dari lima negara Asia yakni Cina, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Thailand, menurut laporan Ocean Conservancy tahun 2015.
------
Ikuti cerita lainnya di kumparan tentang hewan-hewan yang mati bergelimang plastik dengan follow topik Mati Bergelimang Plastik.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: