• 7

5 Pernyataan Kontroversial Prabowo saat Pidato di Rakernas LDII

5 Pernyataan Kontroversial Prabowo saat Pidato di Rakernas LDII


Prabowo Subianto, Ponpes Minhajurrosyidin

Prabowo Subianto tiba di Ponpes Minhajurrosyidin, Kamis (11/10/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Pidato-pidato yang dilontarkan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto kerap kali mengundang polemik dan memantik perdebatan di tengah masyarakat hingga lawan-lawan politiknya.
Yang terbaru, Prabowo berpidato di hadapan pengurus dan kader LDII dalam acara rakernas di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Kamis (11/10). Namun, ada beberapa pernyataannya yang dianggap kontoversial serta nyeleneh.
Berikut kumparan merangkum beberapa pernyataan-pernyataan kontroversial Prabowo dan aksinya yang menarik perhatian:
1. Make Indonesia great again?
Prabowo menyebut slogan kampanye Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat 2016 'make America great again', yang diubah menjadi 'make Indonesia great again' sebagai gambaran pemerintahan Jokowi yang tak bisa bertindak tegas seperti AS.
Slogan tersebut oleh Prabowo digunakan untuk mengkritik ada sekelompok elite yang menyebabkan penderitaan rakyat. Ia menilai pemerintah Indonesia yang tak bisa bersikap tegas demi mementingkan kepentingan rakyat.

Prabowo Subianto, Ponpes Minhajurrosyidin

Prabowo Subianto (kanan) disambut sejumlah santri, Kamis (11/10/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
2. Ke Pesantren Tak Pernah Minta Dukungan, Tapi Doa Kiai
Prabowo menilai, meminta dukungan di pesantren demi kemenangan di pilpres adalah suatu tindakan yang kasar. Ia menjamin akan menghormati apa pun keputusan rakyat. Setiap datang ke pesantren, ia pun tak pernah meminta dukungan.
"Saya ke pesantren-pesantren, tidak pernah minta, Pak Kiai dukung saya ya. Jangan. Minta doa kan, boleh kan?" kata Prabowo.
Begitu juga saat menghadiri pembekalan rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Ia menegaskan, kehadirannya bukan untuk meminta dukungan. Prabowo mempersilakan para peserta Rakernas LDII untuk merenenungkan pilihannya di Pilpres.

Rakernas LDII 2018, Prabowo Subianto

Capres nomer urut 2 Prabowo Subianto memberikan sambutan di Rakernas LDII 2018. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
3. Hentikan Pidato dan Turun Podium karena Azan
Prabowo tiba-tiba menghentikan pidato saat mendengar azan di Rakernas LDII. Saat itu, Prabowo sedang bicara soal tantangan dan hambatan Indonesia di masa mendatang.
Momen itu terjadi di Rakernas LDII, di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10). Prabowo memaparkan data tentang kondisi Indonesia yang sebagian besar dimuat di buku karyanya 'Paradoks Indonesia'.
Saat Prabowo berpidato, azan salat Zuhur berkumandang. "Ini azan ya?" ucap Prabowo.
Prabowo tak hanya menghentikan pidato, dia langsung turun dari podium untuk duduk kembali di barisan depan. Setelah azan selesai, Prabowo kembali menaiki panggung untuk melanjutkan pidatonya.

Prabowo Subianto, Ponpes Minhajurrosyidin

Prabowo Subianto tiba di Ponpes Minhajurrosyidin, Kamis (11/10/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
4. Canda Prabowo Kena Flu Akibat Sering Cium Anak-anak saat Kampanye
Prabowo tak lupa menyelipkan canda saat memberikan sambutan dalam rakernas LDII di Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10). Prabowo mengaku dalam kondisi flu saat menghadiri rakernas LDII itu.
Penyebab flu tersebut akibat sering mencium kepala anak-anak saat berkunjung ke suatu daerah.
"Kalau anaknya dibawa dari jauh saya sudah lihat saya wajib mencium. Karena mencium puluhan anak-anak, puluhan hari ya, kena flu-lah," kelakar Prabowo di lokasi, Kamis (11/10).
Sontak canda Prabowo itu disambut gelak tawa oleh para peserta rakernas LDII. Prabowo kemudian menghentikan sebentar pidatonya sembari meminum kopi yang disediakan panitia. "Minum kopi sekali lagi," ucap Prabowo.
5. Sistem Ekonomi Indonesia Adalah Economics of Stupidity
Prabowo juga menyinggung mengenai kondisi perekonomian Indonesia terkini saat memberi pembekalan di Rakernas LDII, di Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10). Prabowo menilai sistem ekonomi Indonesia saat ini lebih parah daripada sistem neoliberalisme.
"Bukan ekonomi neolib lagi ini, lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib, ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kata Prabowo.
"Kita lihat sekarang jutaan hektar tanah kita dikuasai oleh perusahaan swasta, mereka bawa uangnya ke luar negeri," tambahnya.
Prabowo menjelaskan, situasi bangsa Indonesia saat ini dikarenakan tidak adanya hasil kekayaan nasional yang tinggal di Indonesia. Menurut Prabowo, produksi sumber daya alam Indonesia saat ini dikuasai oleh swasta dan tidak tinggal di dalam negeri.


NewsPolitikPilpres 2019Prabowo Subianto

presentation
500

Baca Lainnya