Pencarian populer

8 Kontainer Sampah di Tanjung Perak Bakal Dikembalikan ke Australia

Sampah impor di Pelabuhan Tanjung Perak. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Bea Cukai Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, bakal mengembalikan 8 kontainer peti kemas yang dikirim dari Australia. Pengembalian dilakukan karena kontainer itu berisi sampah bahan beracun dan berbahaya (B3) seberat 210.340 kilogram.
ADVERTISEMENT
Kepala Bea Cukai Tanjung Perak, Basuki Suryanto, mengatakan kontainer sampah itu dikirim PT MDI lewat Shipper Oceanic Multitading Pty. Ltd dari Pelabuhan Brisbane, Australia. Kontainer itu baru tiba di Surabaya pada Rabu (12/6).
Pengembalian sampah itu, kata Basuki, menjadi kewajiban dari perusahaan pengimpornya. Bea Cukai memberikan batas waktu untuk perusahaan itu agar mengeluarkan sampah itu dari wilayah Indonesia.
"Paling lama 90 hari dari masuk (dan bersandar di Indonesia),” kata Basuki, di kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Selasa (9/7).
Sampah impor di Pelabuhan Tanjung Perak. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Basuki menyebutkan, kontainer berisi sampah itu ditemukan setelah petugas Bea Cukai yang curiga membongkarnya. Selain itu, untuk memastikan sampah itu berjenis B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dilibatkan untuk memeriksa.
ADVERTISEMENT
Setelah diperiksa, muatan peti kemas itu berisi sampah rumah tangga, seperti kaleng bekas, botol plastik, kemasan oil bekas, elektronik bekas, popok bayi bekas, alas kaki bekas dan berbagai sampah lainnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup orang yang memasukkan sampah dari luar negeri ke Indonesia terancam hukuman pidana. Pelaku bisa dihukum penjara paling lama 12 tahun penjara dan denda Rp 12 miliar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80