kumparan
24 Agu 2018 20:02 WIB

965 Karyawan Jerman Menangi Rekor Guinness Naiki Satu Rakit Bersamaan

965 karyawan Jerman menangi Guinness Record. (Foto: Guinness Book of World Record)
Sekelompok karyawan di salah satu perusahaan jasa pengiriman di Jerman, memecahkan Guinness World Record karena menaiki 965 orang kedalam sebuah rakit di saat bersamaan. Mereka semua adalah karyawan dari DHL, sebuah perusahaan yang bergerak di jasa pengiriman dan kurir.
ADVERTISEMENT
Menurut situs resmi Guiness World Record pada Kamis (23/8), peristiwa bersejarah itu dilakukan di Danau Otto-Maigler-See, Cologne, Jerman. Mereka menggunakan papan kayu, tiang, tali, dan cincin karet untuk membangun serangkaian rakit yang kemudian digabungkan menjadi satu rakit tunggal.
Mereka semua pun dianugerahi Guiness World Record dengan gelar 'orang terbanyak dalam rakit'. Rekor ini pun mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh para karyawan dari perusahan pariwisata asal Jerman bernama REWE Markt GmbH yang mampu melakukannya dengan 512 orang pada 2014.
Para karyawan DHL dinobatkan memecahkan rekor baru setelah mereka semua mampu berdiri selama lima menit di atas rakit tanpa membasahi kaki mereka sedikitpun. Rupanya, perusahan DHL ingin melakukan suatu hal yang berhubungan dengan pemecahan rekor di acara perkenalan dan keakraban para karyawannya.
965 karyawan Jerman menangi Guinness Record. (Foto: Guinness Book of World Record)
Acara perkenalan dan keakraban ini dimaksudkan untuk mempererat kerja sama tim dan mengenal sesama anggota perusahaan yang ditujukan untuk membangun dan melatih sebuah tim yang solid. Guinness juga memberikan sebuah medali pada seluruh karywan DHL sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan partisipasi mereka dalam mengikuti acara ini.
ADVERTISEMENT
Juri Guinness bernama Sofia Greenacre berada yang berada di lokasi saat itu, telah memutuskan bahwa karyawan DHL memecahkan Rekor Guinness yang baru. Ia berujar "Usaha untuk memecahkan rekor ini sangat terorganisir sangat baik dan saya rasa para peserta sangat menikmati aktivitas ini."
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan