kumparan
8 Jun 2018 9:49 WIB

Acara Buka Puasa Donald Trump Dikritik Sejumlah Ormas Islam AS

Trump Gelar Buka Puasa di Gedung Putih (Foto: ANDREW HARNIK/AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar acara buka puasa bersama di Gedung Putih pada Rabu (6/6) waktu setempat. Kendati demikian, tak ada organisasi islam AS yang datang ke acara tersebut. Acara itu sempat diwarnai demonstrasi di luar gedung.
ADVERTISEMENT
"Kami pikir itu adalah puncak kemunafikan bagi Donald Trump untuk melarang Muslim masuk AS di satu sisi dan kemudian mengundang para diplomat ke Gedung Putih dan berbuka dengan mereka," kata seorang demonstran Bilal Askaryar seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/6).
Acara dihelat Trump itu dihadiri sejumlah pejabat kedutaan seperti dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Tunisia, Irak, Qatar, Bahrain, Maroko, Aljazair, dan Libya. Pada saat acara berlangsung, Trump tampak duduk bersama Duta Besar Saudi Pangeran Khalid Ben Salman dan Duta Besar Yordania Dina Kawar di meja utama.
"Untuk kalian dan umat muslim di seluruh dunia: Ramadhan Mubarak," kata Trump.
"Malam ini, kami mengucapkan terima kasih atas ikatan persahabatan dan kerjasama yang telah kita bangun bersama dengan mitra kami yang terhormat dari seluruh Timur Tengah," imbuh Trump.
Trump Gelar Buka Puasa di Gedung Putih (Foto: ANDREW HARNIK/AFP)
Dilansir Huffingtonpost, Dewan Hubungan Amerika-Islam, sebuah organisasi muslim terbesar di Amerika, mengaku tak diundang oleh Trump ke acara tersebut. Juru bicara organisasi itu Ibrahim Hooper menjelaskan, tak ada satu pun organisasi islam Amerika yang diundang pada Rabu kemarin.
ADVERTISEMENT
"Rasanya sulit untuk mengakui bahwa acara ini ditujukkan sebagai bagian dari kampanye merangkul komunitas Muslim," kata Ibrahim, Kamis (7/6).
Trump Gelar Buka Puasa di Gedung Putih (Foto: ANDREW HARNIK/AFP)
Hal senada juga diungkapkan Direktur lintas agama Masyarakat Islam Amerika Utara Colin Christoper. Dia menjelaskan bahwa organisasinya juga tak mendapatkan undangan pada acara itu. Menurutnya, undangan tersebut hanya ditujukkan pada para pejabat kedutaan negara mayoritas muslim di AS.
"Jika Gedung Putih lebih tertarik mengundang para pemimpin pemerintah asing dari negara-negara mayoritas Muslim yang korup, itu menunjukkan kebijakan yang tidak adil pada populasi mereka sendiri. Ini memang sejalan dengan masa pemerintahan AS saat ini," ungkap Christopher.
Acara buka puasa bersama yang digelar Trump situ sendiri merupakan acara yang pertama kali diadakan sejak Trump menjadi Presiden AS. Adapun tradisi mengadakan buka puasa bersama di Gedung Putih dimulai daat Bill Clinton menjabat Presiden pada era 1990-an.
ADVERTISEMENT
Selama ini Trump memang dikenal memiliki hubungan yang tak baik dengan komunitas Muslim Amerika. Saat menjadi kadidat presiden, Trump pernah mengklaim bahwa "Islam membenci kita". Saat itu dia menyerukan agar para muslim tak boleh masuk ke wilayah Amerika.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan