• 2

Agung Laksono: Airlangga Cawapres, Elektabilitas Jokowi Bertambah

Agung Laksono: Airlangga Cawapres, Elektabilitas Jokowi Bertambah


Jokowi olahraga bersama Airlangga di Kebun Raya

Jokowi olahraga bersama Airlangga di Kebun Raya (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
Partai Golkar baru saja menggelar Rapat Dewan Pakar membahas pemenangan Pemilu 2019. Dalam rapat itu, usulan untuk mengusung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres Joko Widodo semakin menguat.
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, Airlangga dinilai cukup memiliki hubungan yang baik dengan Jokowi dalam kabinet kerja. Selain itu, dia yakin, kehadiran Airlangga sebagai cawapres justru akan meningkatkan elektabilitas Jokowi.
“Tentu kan beliau menteri di kabinet juga. Tentu ada sesuatu hal yang terjalin, chemistry yang baik. Dan saya yakin beliau tidak akan menggeruskan elektabilitas Pak Jokowi. Bahkan bisa menambah elektabilitas Pak Jokowi,” katanya Agung usai Rapat Dewan Pakar di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (17/4).

DPP Golkar bertemu dengan jajaran Dewan Pakar.

DPP Golkar bertemu dengan jajaran Dewan Pakar. (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Meski demikian, Agung menyerahkan keputusan penentuan cawapres kepada Jokowi. Bila Jokowi meminta cawapres dari Golkar, Airlangga merupakan sosok yang diusung dan ditawarkan partai beringin itu.
“Dan saya yakin bahwa beliau juga menilai cukup positif terhadap sikap dan gaya politik Pak Airlangga selama ini," tutur Agung.
"Jadi saya kira, kami punya pandangan yang sangat kuat untuk mengusung, apabila diminta, dari kader Partai Golkar. Ya, DPP mengusulkan ketua umumnya saja. Sekaligus untuk menghindari perpecahan di internal,” ungkap mantan Ketua DPR itu.

Agung Laksono di sidang Setya Novanto.

Agung Laksono di sidang Setya Novanto. (Foto: Adhim Mugni Mubaroq/kumparan)
Meski begitu, Agung tetap menunggu keputusan final partai terkait penetapan cawapres Jokowi. Sesuai dengan arahan Airlangga, penentuan cawapres dilakukan setelah Pilkada Serentak 2018.
“Sesuai apa yang disampaikan Ketua Umum, cawapres dibahas usai pilkada,” tutup Agung.


NewsPolitikGolkarAirlangga HartartoJoko Widodo

presentation
500

Baca Lainnya