kumparan
14 Sep 2019 16:57 WIB

Airlangga soal 5 Pimpinan Baru KPK: Hargai Keputusan DPR

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di IPDN. Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
Lima pimpinan baru KPK yang dipilih lewat voting oleh Komisi III DPR menuai pro dan kontra. Di tengah perdebatan pimpinan KPK yang terpilih, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengapresiasi hasil pemilihan yang sudah atas keputusan bersama.
ADVERTISEMENT
"Pimpinan terpilih kan sudah hasil keputusan di komisi III. Tentu kita mengapresiasi dan menghargai keputusan yang dibuat melalui proses tersebut," kata Airlangga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9).
Airlangga meyakini pimpinan KPK yang dipimpin Irjen Firli Bahuri merupakan hasil terbaik, setelah melewati proses seleksi panjang oleh panitia seleksi (pansel).
Lima pimpinan KPK periode 2019-2023. Foto: Nugroho Sejati/kumparan, Fanny Kusumawardhani/kumparan, Irfan Adi Saputra/kumparan, Antara Foto/Aditya Pradana Putra
"Sudah proses panjang pansel sampai pada kemarin pemilihan di komisi III, dan kita semua bisa mengikuti melalui televisi," tuturnya.
Terkait polemik revisi UU KPK yang dilakukan DPR dan pemerintah, Airlangga menuturkan dukungan setiap partai terhadap revisi itu telah terlihat dalam keputusan rapat paripurna.
"Revisi UU KPK sedang dibahas di panja, tentu kami menunggu hasil kesepakatan antara DPR dan pemerintah. Tentu Fraksi Partai Golkar akan memberikan pandangan umum pada saat pengambilan keputusan hasil Panja. Jadi kita tunggu saja keputusan di panja," ucapnya.
ADVERTISEMENT
"Kalau dukungan kan sudah selesai pada saat paripurna mengetok. Kemudian berlanjut pemerintah turunkan surpres berarti UU ini dibahas," tutup Airlangga.
Sebelumnya, Komisi DPR telah memilih lima dari sepuluh capim KPK yang disodorkan panitia seleksi (pansel). Dalam hasil voting yang dilakukan usai fit and proper test, terpilihlah lima nama pimpinan KPK periode 2019-2023, yakni Firli Bahuri yang langsung ditunjuk sebagai ketua secara aklamasi, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan