Pencarian populer

Akayed Ullah, dari Sopir Taksi Jadi Pengebom Bunuh Diri di New York

Foto tersangka bom di Time Square. (Foto: REUTERS/Handout)

Tetangga Akayed Ullah tidak mengira pria 27 tahun yang mereka kenal baik itu akan meledakkan diri di dekat Times Square, New York, pada Senin (11/12). Datang ke Amerika Serikat dengan visa keluarga, pria Bangladesh itu tumbuh dari sopir taksi menjadi ekstremis yang terinspirasi oleh ISIS.

Ullah mengalami luka-luka dan langsung dibekuk polisi setelah bom pipa dia ledakkan, seperti dikutip dari Associated Press (AP). Dua orang lainnya juga terluka, tapi tidak mengancam nyawa.

Pria asal Chittagong ini tiba di New York tujuh tahun lalu dengan visa keluarga atau F-4. Terakhir kali dia mengunjungi kampung halamannya adalah pada 8 September silam. Menurut kepala polisi Bangladesh Shahidul Hoque, Ullah tidak punya catatan kriminal.

Times Square, New York (Foto: AFP/Daniel Slim)

Dalam catatan intelijen dan kepolisian AS, pria ini juga bersih, tidak terkait kelompok militan manapun. Penyidik meyakini, dia menjadi radikal setelah memasuki AS, terutama setelah melihat video propaganda militan di internet. Dia juga mempelajari cara membuat bom dari internet.

Ullah memiliki izin jadi sopir taksi antara 2012 dan 2015. Dia tinggal bersama ayah, ibu, dan keluarganya di sebuah komunitas kecil Bangladesh di Brooklyn.

Tetangganya ketika diwawancara AP mengaku terkejut pada berita tersebut. Menurut mereka, Ullah dan keluarganya terlihat seperti orang-orang normal yang mudah bersosialisasi.

"Mereka orang-orang baik. Ini mengejutkan," kata seorang tetangga, Arlene Jorgraj, seorang guru yang mengaku kerap menyapa Ullah ketika berpapasan.

"Kami kenal satu sama lain. Kami kerap mengadakan pesta blok. Saya ke tempatnya untuk pesta makan malam usai Ramadan," kata Jograj lagi.

Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo mengatakan Ullah adalah satu lagi "lone wolf", seperti pelaku serangan pada 31 Oktober, seorang imigran Uzbekistan, yang menabrakkan mobilnya ke arah warga New York, menewaskan 8 orang.

NYPD di Times Square. (Foto: REUTERS/Amr Alfiky)

Mereka bertindak sendiri tanpa komando, semuanya karena terinspirasi oleh ISIS di internet. Tindakan ini, kata Cuomo, terjadi atas dasar "kemarahan". Entah kemarahan akibat kebijakan AS di luar negeri, atau kehidupannya di rumah.

"Keduanya masuk ke internet, mengunduh informasi. Mereka bukan orang dari luar negeri. Mereka tinggal di sini. Mereka marah," kata Cuomo.

Kendati demikian, warga Brooklyn mengaku tidak akan melihat pendatang Bangladesh dengan stereotip buruk akibat tindakan Ullah.

"Ini adalah lingkunan yang luar biasa. Sangat kekeluargaan, sangat aman," kata Jorgraj.

"Peristiwa ini tidak akan mengubah pandangan kami sama sekali. Ini hanya keadaan dunia tempat kita berada," lanjut dia.

Peta lokasi ledakan New York (Foto: Chandra Dyah Ayuningtyas/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: