Aksi Mahasiswa di Medan Ricuh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Unjuk rasa mahasiswa di Medan ricuh. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Unjuk rasa mahasiswa di Medan ricuh. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Sumut berlangsung panas, Selasa (24/9). Para mahasiswa menjebol dan membakar besi pembatas, lalu mencoba merangsek masuk ke dalam Gedung DPRD Sumut.

Massa mulai panas setelah tidak puas dengan jawaban Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Gusmiadi dan Ahmad Hadiyan dari Fraksi PKS.

Awalnya Gusmiadi menjelaskan bahwa Partai Gerindra menolak adanya pengesahan revisi UU KPK. Sebab, revisi tersebut malah melemahkan KPK.

video youtube embed

Begitu pun tentang tuntutan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gusmiadi juga mengutuknya.

"Kita tuntut supaya perusahaan yang melakukan pembakaran dihukum berat," tegasnya.

Namun pernyataan yang disampaikan oleh kedua anggota Dewan ditolak massa. Mereka meminta waktu untuk kembali berdiskusi di Gedung DPRD Sumut. Alhasil keinginan Anggota DPRD itu langsung ditimpal salah satu orator aksi.

"Kami tidak butuh apologi dari abang Dewan, kami minta pernyataan tegas, masalah ini bisa tidak disampaikan ke sidang paripurna," ujar salah satu koordinator aksi.

Pada saat keduanya hendak masuk ke Gedung DPRD keributan terjadi. Massa membakar ban di atas pagar besi hingga pagar besi rusak. Kemudian dilanjutkan dengan merobohkan seluruh pagar besi di depan Gedung DPRD Sumut .

Usia merobohkan massa aksi, mencoba merangsek masuk ke dalam gerbang sehingga aksi saling dorong dengan polisi tidak terelakkan.

Polisi tampak kewalahan meladeni massa yang merangsek masuk, "Sabar sabar, " ujar polisi. Massa kemudian melempar sejumlah benda ke arah polisi. Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata dan water canon.

Pada saat itu massa juga melempar batu ke arah barisan polisi sehingga mengenai salah seorang wartawan dan mengalami lunak di bagian kepala.

kumparan post embed