Aksi Menteri Susi Tenggelamkan 13 Kapal Pencuri Ikan di Pontianak

5 Mei 2019 6:26 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melambaikan tangan ke awak media saat menenggelamkan kapal asing. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melambaikan tangan ke awak media saat menenggelamkan kapal asing. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Kapal Hiu Macan 01 yang ditumpangi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti berputar mengelilingi 13 kapal asing pencuri ikan asal Vietnam yang hendak ditenggelamkan. Sambil duduk-duduk di depan kapal yang ditumpanginya, Susi terus memperhatikan kapal-kapal tersebut satu per satu.
Ia sengaja datang ke perairan Pulau Datuk, Pontianak, Kalimantan Barat, untuk memimpin penenggelaman tersebut. Tak gentar, lewat pengeras suara ia menegaskan akan menindak setiap kapal yang mencuri ikan di perairan Indonesia.
"Ini kapal-kapal yang akan kita tenggelamkan," kata Susi melalui pengeras suara di KRI Macan Hiu 01, di lokasi, Sabtu (4/5).
Setelah sirine dinyalakan, penenggelaman kapal dengan menggunakan air ini dimulai. Penenggelaman tersebut dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Butuh waktu lebih dari satu jam agar kapal bisa tenggelam usai terus dialiri air.
Proses penenggelaman sejumlah kapal asing pencuri ikan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Penenggelaman tak dilakukan sekaligus dengan cara diledakkan, namun satu per satu kapal asing itu ditenggelamkan dengan cara dilubangi di bagian lambung kapalnya. Susi mengatakan, cara ini dilakukan untuk memberantas praktik pencurian ikan atau illegal fishing yang sejak lama terjadi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Sebenarnya ini (penenggelaman) way out yang sangat cantik bagi bangsa kita, menakutkan untuk bangsa asing. Penyelesaian dengan cara ini harus jadi pola" kata Susi.
"Bersatulah, berkatalah, tenggelamkan sebagai satu-satunya punishment (bagi) pencuri ikan," imbuhnya.
Di tahap awal, akan ada 26 kapal yang ditenggelamkan. Penenggelaman akan dilakukan 2 kali yakni 13 kapal di hari Sabtu (4/5) dan 13 kapal di hari Minggu (5/5). Keseluruhan kapal yang ditenggelamkan semuanya berasal dari Vietnam.
Penenggelaman tersebut disaksikan sejumlah pejabat, seperti Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Pejabat KKP yakni Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), KKP Agus Suherman, pihak kepolisian, TNI, Kejaksaan, dan lainnya.
Ia mengatakan, penenggelaman kapal tersebut merupakan amanah dari Undang-Undang. Saat ini praktik illegal fishing di Indonesia berada dalam posisi yang memprihatinkan. Ia membeberkan, sempat ada lebih dari 10 ribu kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kadang kita ini terlalu mudah melupakan hal hal yang sebetulnya belum lama terjadi. Stok ikan kita puluhan juta ton turun jadi 7.1 juta ton di 2014, rumah tangga nelayan kita berkurang hampir separuhnya. 115 eksportir tutup karena kekurangan bahan baku. Dan lebih dari 10.000 kapal asing beroperasi di perairan kita seperti hal biasa," kata Susi.
"Jumlah nelayan turun, jumlah stok ikan turun, semua turun. Itu setelah ada izinnya kapal asing. Tapi izin dia satu buat 10 kapal. Izinnya satu kapalnya sama, warnanya sama," lanjutnya.
Kapal-kapal yang akan ditenggelamkan Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Foto: Dok. KKP
Ia mengatakan cara ini adalah cara yang efektif untuk mengurangi illegal fishing. Sebab, selain ditenggelamkan, ada opsi lain agar kapal tersebut bisa dilelang ke publik. Susi tak setuju dengan opsi lelang kapal.
ADVERTISEMENT
Wacana melelang kapal itu bukanlah solusi memberantas illegal fishing. Sebab, ada kemungkinan kapal tersebut dijual lagi dan jatuh kepada pihak yang melakukan pencurian ikan.
"Kalo ikan dilelang okelah. Tapi kalau kapal yang dilelang, kita jual lagi dan dijadikan alat mencuri lagi, akhirnya kita tangkap lagi untuk kedua kali. Apa mau jadi dagelan negeri kita?" kata Susi dalam sambutannya sebelum berangkat menuju lokasi penenggelaman kapal di Pulau Datuk, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5).
Penenggelaman yang dilakukan pemerintah Indonesia berdampak positif pada peningkatan stok perikanan di perairan Indonesia. Pada 2014, stok ikan hanya 7,1 juta ton, saat ini sudah mencapai 12,5 juta ton.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berada di depan sejumlah kapal nelayan Vietnam saat penenggelaman. Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Hal tersebut membuat neraca perdagangan ikan Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Tak cuma itu, Indonesia kini berhasil menjadi penyuplai ikan tuna nomor satu terbesar di dunia.
ADVERTISEMENT
"Yang selama ini belum pernah (jadi nomor satu). Selalu nomor buntut-buntut. Tuna Indonesia. Oh iya, kali ini kita nomor satu supplier tuna terbesar di dunia," ujarnya.
"Nelayan di belitung sepanjang tahun cumi-cumi dapat setiap hari. Dapat 10 kilo sudah 1 juta perak. Jadi pendapatan nelayan di Belitung kapal-kapal kecil, rata-rata pendapatan nelayan cumi sehari satu juta," katanya.
Pemerintah pada Minggu (5/5) akan kembali melakukan penenggelaman 13 kapal pencuri ikan lainnya. Jika ditotal, kapal yang akan ditenggelamkan dalam dua pekan ke depan jumlahnya sebanyak 51 unit.