Pencarian populer

Alasan Harus Setop Share Video Penembakan Christchurch

Polisi mengawal pria dari sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru Foto: AP Photo/Mark Baker

Pembunuhan massal di dua masjid kota Christchurch, Selandia Baru, menyisakan pilu yang mendalam bagi keluarga korban tewas dan terluka. Pilu ini akan semakin menyakitkan jika mereka melihat video aksi pelaku merenggut nyawa para jemaah masjid.

Facebook dan Youtube telah beberapa kali menghapus video tersebut di platform mereka. Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengaku telah menghapus 500 postingan video tersebut di berbagai platform.

Kepolisian Selandia Baru juga telah mengimbau warga untuk tidak menshare video itu. Tapi tetap saja, video tersebar ke seluruh dunia. Saat ini, di aplikasi berbagi pesan WhatsApp, video itu masih berseliweran dibagikan, sulit untuk terbendung.

Shamsi Ali, Imam asal Indonesia di masjid New York, Amerika Serikat, mengimbau masyarakat untuk berhenti membagikan video tersebut.

Shamsi dalam pernyataannyamengatakan, jangan merasa menjadi pahlawan dengan membagikan video itu.

Petugas polisi berjaga-jaga di dekat masjid Masjid al Noor usai insiden penembakan di Christchurch, Selandia Baru. Foto: AFP/Tessa BURROWS

Bahkan menurut Shamsi, video tersebut hanya akan membuat kerusakan yang lebih besar lagi. Kerusakan tersebut, kata Shamsi, adalah "rasa takut bagi mereka yang melihatnya."

"Rasa takut bagi mereka yang melihatnya, terutama Muslim. Dan kita jangan takut, walau kita harus waspada," kata Shamsi yang gencar mempromosikan perdamaian umat beragama.

Kerusakan kedua, kata Shamsi, video tersebut bisa menginspirasi orang-orang gila lainnya. "Bisa menginspirasi orang-orang gila lainnya (terutama teroris kulit putih) untuk ikut-ikutan."

Dan kerusakan ketiga menurut Shamsi adalah akan ada "orang-orang yang mengambil keuntungan finansial dari darah Saudara dan Saudari kita."

"Jadi saya ingatkan untuk tidak menshare video-video itu. Kecuali video-video itu diperlukan untuk tujuan tertentu, seperti untuk kepemipinan atau penegakan hukum," kata Shamsi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: