Pencarian populer

Alasan Pembakar Polsek Tambelangan: Sakit Hati Gagal Ikut Aksi 22 Mei

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Polisi terus menyelidiki kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Jawa Timur. Satu per satu motif pembakaran polsek itu mulai terungkap.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, motif utama pembakaran ini dilatarbelakangi sakit hati lantaran para pelaku dipulangkan aparat saat hendak mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta. Ditambah dengan adanya isu penangkapan salah seorang ulama Madura yang mengikuti aksi 22 Mei.

"Motifnya adalah kekecewaan dari mereka yang ingin berangkat ke Jakarta pada 21 dini hari. TNI-Polri berhasil mengembalikan mereka ke rumahnya," ujar Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (27/5).

Kondisi terkini Mapolsek Tambelangan, Sampang, yang diduga dibakar oleh ormas, Rabu malam (22/5). Foto: Media Madura

Luki menegaskan pihaknya terus mendalami dugaan lain atas kasus pembakaran tersebut. Seperti hilangnya alat komunikasi dan barang lainnya milik Mapolsek Tambelangan saat kejadian pembakaran.

"Dan mungkin nanti akan dikembangkan lagi karena ada barang-barang yang hilang. (Sepeti) alat komunikasi, ini masih kami dalami karena di situ alat casnya terbakar tapi HT tidak ada. Laptop juga tidak ada. Ini kami akan kembangkan untuk penjarahan dan sebagainya," jelasnya.

Selain itu, Luki juga bakal melakukan penyelidikan terhadap aliran dana pembakaran tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga bakal menyelidiki keterkaitan pakaian seperti baju milik TNI, berwarna hijau loreng dengan pembakaran tersebut.

"Ini juga masih kami dalami dari mana asal usulnya baju ini. Termasuk peralatan sajam cerulit, dan sebagainya," terangnya.

Sebelumnya, diketahui sekitar 200 orang diduga melakukan pembakaran Mapolsek Tambelangan. Luki menyebut beberapa diantaranya adalah oknum anggota ormas Islam seperti FPI dan Laskar Sakera.

"Dari masyarakat setempat banyak yang ikut nonton, kami sedang dalami dari mana mereka-mereka. Yang jelas ini dari salah satu oknum FPI, oknum Laskar sakera, dan LPI," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36