kumparan
20 Nov 2017 14:27 WIB

Alasan Sandi Ngotot Perbolehkan Delman Beroperasi Lagi di Monas

Sandi Menikmati Kopi Aceh (Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tetap ngotot memperbolehkan delman beroperasi kembali di Monas, setelah dilarang di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama. Apa alasan Sandi?
ADVERTISEMENT
Sandi menjelaskan, dengan diperbolehkannya delman beroperasi di Monas, justru diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.
"Yang penting lapangan pekerjaannya tercipta. Dan saya pengen lihat berapa banyak lapangan kerja yang tercipta karena ada yang ngurus delmannya juga. yang ngurus kudanya juga," tutur Sandi, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/11).
Untuk membahas persoalan ini Sandi menyebut akan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Yang jelas bagi Sandi, gagasannya ini dikeluarkan demi mengakomodir kepentingan warga Jakarta.
"Nanti kita akan ajak kelompok pemerhati, masalah kesehatan hewan ini khususnya kuda untuk ikut dalam pembicaraan ini. Sama Bu Tinia (Kadisparbud), sama Pak Irwandi (Kadinas UMKM), sama UPT monas kita akan ajak bicara," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini akun Instagram Jakarta Animal Indonesia Network (JAAN) memposting foto matinya seekor kuda di Jalan KH. Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat. JAAN mengklaim, matinya kuda tersebut akibat kelelahan karena bekerja. Karena itulah JAAN menolak delman kembali boleh beroperasi di Monas.
Menanggapi soal penolakan yang dilakukan oleh JAAN tersebut, Sandi beranggapan bahwa kondisi para kusir yang menarik delman itu juga harus diperhatikan. Lantaran menarik delman merupakan mata pencaharian para kusir tersebut.
"Ditolak karena mereka pemerhatinya bukan delman di sananya, tapi kesehatan dari pada kudanya. Itu yang dibilang bahwa harus dipastikan bahwa lapangan kerjanya mereka (kusir). Sekarang kita khawatir nanti mereka mau makan apa," ucap Sandi.
Namun, Sandi juga memastikan, bahwa kesehatan dari kuda delman itu sendiri juga harus diperhatikan. Sehingga, menurut dia, kuda yang dijadikan kuda delman dan beroperasi di Monas harus dipastikan kesehatan dan keterawatannya.
ADVERTISEMENT
"Harus dong. ya harus diperhatikan. Tentunya harus ditata dengan baik. Harus dipercantik, aspek keselamatannya, aspek kesehatannya," ujar Sandi.
Ilustrasi Kuda Delman (Foto: commons.wikipedia.org)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan