Pencarian populer

Alat Peraga Kampanye Masih Ramai di Jaksel, Petugas Terkendala Alat

Petugas merapihkan Alat Peraga Kampanye (APK) pada minggu tenang di Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) seperti baliho dan stiker capres maupun caleg masih ditemukan di jalan-jalan di wilayah Jakarta meski telah memasuki masa tenang. Ternyata, pembersihan APK memang belum selesai dilakukan.

Kepala Satpol PP Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Devi Purnamasari, mengatakan penurunan APK dilakukan sejak pukul 00.00 WIB saat memasuki masa tenang 14 April 2019 kemarin. Namun, penurunan APK memang belum sepenuhnya selesai.

"Dari pukul 00.00 WIB dini hari lanjut pagi, pagi subuh, kita istirahat sampai azan subuh, lanjut lagi sampai pukul 10.00 WIB, sampai sore kita lanjut lagi jam sorenya kita istirahat sampai pukul 21.00 WIB, semalam gerak lagi. Ini sudah hampir selesai, masih ada beberapa 1 (atau) 2 yang belum diturunkan," jelas Devi saat ditemui di Kantor Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Senin (15/4).

Petugas merapihkan Alat Peraga Kampanye (APK) pada minggu tenang di Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dia menjelaskan, penurunan APK di Kelurahan Bangka dimulai dari Kemang Raya, Kemang Timur, Kemang Utara, Kemang Dalam, dan Kemang Barat. Penurunan di sejumlah jalan besar memang menjadi prioritas yang kemudian dilanjutkan di jalan-jalan dalam.

"Wilayah kita sebanyak 6 RW, 66 RT. Dalam waktu pas pukul 00.00 WIB ya, masuk tanggal 14 dini hari kita mulai gerak, kita sisir semua terutama jalan utama mulai dari Kemang Utara, terus lanjut ke Kemang Raya kita muter lagi Kemang 1, Taman Kemang, balik langsung ke Kemang Raya, tapi itu pun belum semua karena kan personel kita juga terbatas," ujarnnya.

Petugas PPSU sedang merahpihkan sisa-sisa APK yang dikumpulkan di Kantor Kelurahan Bangka Jakarta Selatan. Foto: Efira Tamara/kumparan

Devi menyebut, penurunan yang hingga hari ini belum selesai dilakukan terhambat karena keterbatasan alat dan personel dalam memberikan APK. Meski begitu, pihaknya akan menstretilkan Kelurahan Bangka dari APK pada tanggal 16 April mendatang.

"Deadlinenya dikasih waktu sampai tanggal 16. Besok berarti. Di wilayah lain pun begitu (belum selesai) terutama yang tinggi-tinggi, keterbatasan personal dan alat. Sebenarnya kan kewenangan tim sukses, caleg yang pasang kan. Harusnya mereka yang pasang, mereka yang bongkar, tapi tradisi ya begitulah. Ya kita membantu pemerintah daerah," kata dia.

Petugas merapihkan Alat Peraga Kampanye (APK) pada minggu tenang di Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dari pantauan kumparan, di sejumlah titik di Jakarta Selatan memang masih ditemukan beberapa APK yang terbentang bebas di jalan. APK tersebut berupa baliho maupun stiker yang menempel pada tiang-tiang listrik.

Nantinya, APK yang berhasil dikumpulkan di setiap kelurahan, akan dikirim ke gudang milik Satpol PP di Kebayoran Lama atau di Cakung. Namun, untuk pemusnahan atau tindakan lebih lanjut, Devi mengatakan kewenangan ada di tangan Panwas.

"Nanti kita simpan sampai pelaksanaan pencoblosan H+5 akan kita kirim ke gudang. Kita Satpol PP punya gudang di Kebayoran Lama. Kalau memang gudang Kebayoran Lama penuh, akan kita kirim ke gudang Cakung," terangnya.

Seperti diketahui masa tenang pemilu 2019 dimulai pada Minggu 14 April. Hingga 17 April 2019, peserta Pemilu sudah tak bisa lagi melakukan kampanye, baik terbuka maupun tertutup.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23