kumparan
19 Sep 2019 10:53 WIB

Anies Perintahkan Investigasi Kasus Nenek Gendong Jenazah Cucunya

Gubernur DKI Anies Baswedan di Monas, Jakarta. Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
Kejadian nenek Dian Islamiyati yang membawa jenazah cucunya menggunakan motor dari Puskesmas Cilincing, Jakarta, Utara ramai diperbincangkan publik. Muncul pertanyaan, ke mana ambulans yang ada di puskesmas.
ADVERTISEMENT
Atas kasus nenek gendong jenazah cucunya itu, Pemprov DKI mengatakan sedang melakukan investigasi.
Gubernur DKI Anies Baswedan menyampaikan saat ini sedang dilakukan investigasi di lapangan. Namun bila melihat SOP, Anies menjelaskan, setelah ada yang meninggal memang harus menunggu 2 jam kemudian untuk dibawa oleh mobil jenazah.
“Sebetulnya protap (prosedur tetap) itu harus ditunggu dua jam. Kemudian dibawa dengan mobil jenazah. Kalau di rumah sakit itu sudah pasti seperti itu,” ujar Anies di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/9).
“Nah, di sini nanti kita sedang di lapangan. Menurut info sementara, keluarga keukeuh mau segera membawa yang seharusnya itu dibawa dengan mobil jenazah,” ujarnya.
Anies mengira, pihak keluarga menganggap karena ukuran jenazahnya bayi maka dianggap mudah. Sehingga tidak menunggu mobil jenazah.
ADVERTISEMENT
Hingga akhirnya, nenek Dian menggunakan motor untuk mengantar jenazah. Motor yang dikemudikan keponakannya itu mogok di tengah jalan karena kehabisan bensin. Untunglah Kapolsubsektor Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Aiptu I Wayan Putu Sumerta, datang menolong dengan mengantar memakai mobil dan memberi uang duka Rp 200 ribu.
Anies akan menunggu hasil investigasi di lapangan terkait hal ini. Namun ia menegaskan bahwa semua SOP harus ditegakkan, termasuk dalam pelaksanaan pengantaran jenazah.
“Yang jelas kita akan tegaskan bahwa semua SOP harus ditaati. Bila ada yang meninggal, harus ditunggu 2 jam dan harus menggunakan mobil jenazah. Nanti kita periksa di dalam apa yang sesungguhnya terjadi,” ujarnya.
Nenek Dian Islamiyati sendiri memuji pelayanan Puskesmas Cilincing, tempat anaknya melahirkan bayi secara prematur. Nyawa bayi itu tidak tertolong.
ADVERTISEMENT
Dian melihat tidak ada mobil jenazah di puskesmas itu sehingga dia meminta izin membawa jasad cucunya pulang dengan naik motor.
"Setelah saya mendengar, memang di situ belum ada mobil khusus untuk jenazah. Saya memang melihat mobil ambulans, tapi hanya khusus untuk pasien darurat. Saya mah ibaratnya enggak ada yang salah, semuanya baik-baik saja. Dari pihak puskesmas penanganan baik sekali, dari pihak kedokteran, suster, semuanya baik semua. Penanganannya cepat sekali," ungkap Dian pada Rabu (18/9).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan