kumparan
19 Agu 2018 15:48 WIB

Anies Puji Pelajar yang Jadi Penari Saman saat Pembukaan Asian Games

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaporkan pemberian tongkat komando ke KPK, Jumat (3/8). (Foto: Adim Mugni/kumparan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi Pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung Sabtu (18/8) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Secara khusus, Anies memuji penampilan 1.600 pelajar SMA/ SMK se-Jakarta yang sukses menjadi penari saman dalam pembukaan acara ini.
ADVERTISEMENT
“Kita semua bangga apalagi yang ada di situ, enggak ada yang tidak bergetar, apalagi Tari Saman yang ribuan itu, saya sampaikan salut pada ribuan siswa dari sekolah-sekolah di Jakarta yang mereka berlatih berbulan-bulan, sehingga bisa perform,” kata Anies usai meninjau sapi kurban di Tanjungpriok, Jakarta Utara, Minggu (19/8).
Tari Saman di Opening Ceremony Asian Games 2018 (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)
Anies mengapresiasi kerja keras para pelajar dalam mempersiapkan penampilan tari saman ini. Menurut Anies, proses latihan para pelajar ini bisa dijadikan pelajaran untuk bangsa Indonesia, yakni membutuhkan perjuangan yang tak sebentar dalam meraih kesuksesan dan keberhasilan.
“Kita menyaksikan dua jam, tapi di belakang itu ada proses yang berbulan-bulan. Itu pelajaran penting buat bangsa kita, bahwa sukses itu tidak datang karena kebetulan saja, tapi karena persiapan dan kerja keras,” jelas Anies.
Kembang api pembukaan Asian Games 2018 (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
ADVERTISEMENT
Anies menganggap kesuksesan Pembukaan Asian Games 2018 adalah keberhasilan bangsa karena perencanaan yang matang. "Peristiwa tadi malam merupakan kesuksesan Indonesia bukan kebetulan tapi direncanakan dan dikerjakan dengan disiplin tuntas.
1.600 pelajar SMA/ SMK se-Jakarta dilatih oleh koreografif kondang Denny Malik untuk menjadi penari saman. Denny menjelaskan tari saman sengaja dipilih sebagai pembuka karena dianggap simbol selamat datang. Menurutnya, ucapan salam di tari saman adalah simbol kepribadian bangsa Indonesia yang ramah terhadap bangsa lain.
"Karena ada salam kan itu ada 'assalamualaikum, kami ucapkan' karena satu kita kan mayoritas indonesia Islam, kan ada salawatnya, ada salam buat para audiens, tamu, undangan, delegasi. tepat untuk sebuah tarian selamat datang atau tarian pembuka.Salam kepada undangan yang baru datang, artinya ada pesan," jelas Denny kepada kumparan, Minggu (19/8).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan