Pencarian populer

Arab Saudi dan Inggris Juga Tuduh Iran Serang Dua Tanker di Teluk Oman

Dua kapal tanker diserang di Teluk Oman. Foto: Reuters

Arab Saudi dan Inggris sama-sama menuduh Iran berada di balik serangan dua kapal tanker di Teluk Oman. Kedua negara itu mendasarkan tuduhannya kepada hasil temuan Amerika Serikat. Iran membantah keras tuduhan tersebut.

"Kami sepakat dengan mereka," ujar sumber Kementerian Luar Negeri Inggris pada Kamis (13/6) soal penilaian Amerika Serikat terkait penyerangan terhadap dua kapal tanker, dikutip Reuters.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan bahwa Iran berada di balik serangan dua tanker di Teluk Oman. Tuduhan ini didasarkan pada penggunaan senjata, tingkat keahlian serangan, dan beberapa faktor, ujar Pompeo.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengamini pernyataan Pompeo tersebut. Menurut Jubeir dalam wawancara dengan CNN, serangan serupa pernah dilakukan oleh Iran sebelumnya.

Dua kapal tanker diserang di Teluk Oman. Foto: Reuters

"Kami tidak punya alasan untuk tidak setuju dengan menteri luar negeri (Pompeo). Kami setuju dengan dia. Iran punya sejarah melakukan hal ini," kata Jubeir.

Dua kapal tanker yaitu Front Altair berbendera Marshall Island milik perusahaan Norwegia dan Kokuka Courageous berbendera Panama milik Jepang terbakar ketika melintasi Teluk Oman. Sebanyak 44 kru di dua kapal tersebut berhasil diselamatkan oleh tim patroli laut Iran.

Menurut saksi mata, kebakaran terjadi akibat ledakan. Sumber-sumber yang dikutip media mengatakan, ledakan muncul akibat serangan torpedo atau ranjau magnet.

Pejabat AS yang menolak disebut namanya mengatakan mereka punya bukti bahwa Iran yang berada di belakangnya. Menurut dia, ada video yang menampilkan militer Iran tengah melepaskan ranjau tempel di tanker Jepang.

Dua kapal tanker diserang di Teluk Oman. Foto: Reuters

Ini bukan kali pertama Iran dituding berada di balik penyerangan tanker. Sebelumnya pada 12 Mei lalu, Iran disebut menyerang empat tanker di lepas pantai Uni Emirat Arab. Pada 14 Mei, drone Iran dituduh menyerang pompa minyak Saudi.

Seperti berbagai tuduhan sebelumnya, Iran membantahnya. Menurut misi Iran di PBB pada pernyataan Kamis malam, mereka juga mengecam tuduhan tidak berdasar tersebut.

Iran menuding AS dan Arab Saudi tengah memicu ketegangan dengan tuduhan-tuduhan tersebut.

"Kami menyerukan komunitas internasional untuk ikut bertanggung jawab mencegah kebijakan berbahaya dan praktik ceroboh oleh AS dan sekutu regionalnya dalam meningkatkan ketegangan di kawasan," ujar Iran.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57