kumparan
14 Mei 2018 14:49 WIB

AS Mengiming-imingi Pencabutan Sanksi jika Korut Lucuti Nuklir

Mike Pompeo (Foto: Reuters/Matthew Lee)
Amerika Serikat mengiming-imingi Korea Utara dengan pencabutan sanksi dan masuknya penanaman modal swasta jika negara itu melucuti senjata nuklir mereka. Iming-iming ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo jelang pertemuan Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
ADVERTISEMENT
Pompeo pekan lalu mengunjungi Pyongyang dan pulang bersama tiga warga AS tahanan Korut. Rencananya, Trump dan Kim akan bertemu di Singapura pada 12 Juni mendatang, membicarakan tindak lanjut upaya perdamaian dua Korea dan denuklirisasi Korut.
Dikutip Reuters, Pompeo dalam wawancara dengan CBS pada Minggu (13/5) mengatakan negaranya siap mencabut sanksi terhadap Korut jika negara itu melucuti seluruh persenjataan nuklir mereka. Jika sanksi dicabut, dampaknya bagus untuk Korut, salah satunya akan masuk penanaman modal asing di sektor energi, pertanian, dan infrastruktur.
Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in (Foto: Reuters/Korea Summit Press Pool)
"Apa yang Kim akan dapatkan dari Amerika adalah wiraswasta, para pengambil risiko, dan penyedia modal terbaik kami. Mereka akan mendapatkan modal swasta yang masuk," kata Pompeo.
"Korut sangat membutuhkan energi bagi rakyatnya. Mereka sangat memerlukan perangkat tani dan teknologi. Kami bisa menyediakan kondisi untuk kemakmuran ekonomi bagi rakyat Korut untuk bersaing dengan Korsel," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Pelucutan senjata nuklir memang menjadi janji Kim dalam pertemuan dengan Presiden Korsel Moon Jae-in akhir bulan lalu. Media Korut melaporkan, denuklirisasi akan dilakukan paling lambat bulan ini.
Nuklir memang menjadi momok menakutkan dari Korut untuk dunia. Beberapa kali uji nuklir Korut bikin negara tetangga waswas. Menurut Pompeo, Korut harus memusnahkan seluruh ancaman bagi warga dunia tersebut.
"Setiap situs yang dimiliki Korut yang bisa memicu risiko bagi rakyat Amerika yang dihancurkan, dimusnahkan, dilucuti, adalah berita baik bagi rakyat Amerika dan dunia," kata Pompeo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan