kumparan
2 Agu 2019 21:22 WIB

Ayah Anggota Paskibra Tangsel yang Meninggal: Ada Hukuman Berlebihan

Suasana latihan anggota Paskibraka di Lapangan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Cibubur, Jakarta Timur. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pihak keluarga angkat bicara terkait meninggalnya Aurella Qurrota Ain, Anggota Paskibraka Kota Tangerang Selatan. Ayah Aurrel, Farid Abdurrahman (42) menyebut, latihan yang dijalani Aurrel sebagai anggota Paskibra terbilang berat.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Farid mengatakan, berdasarkan cerita yang disampaikan Aurrel, anaknya juga mengalami hukuman berlebihan dari oknum senior di Paskibra.
"Jadi ketika anak itu sudah diforsir dari pagi dan sore, kemudian campur tangan senior. Ada hukuman-hukuman lain di mana hukuman itu tidak sewajarnya, hukuman Paskibraka perempuan, seperti anak saya," ujar Farid di rumah duka, Komplek Taman Royal 2 Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (2/8).
"Oknum senior bukan pelatih. Kalau pelatih pasti akan profesional," tambahnya.
Farid Abdurrahman. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Menurutnya, hukuman yang kerap diberikan oleh oknum senior itu tidak hanya berdampak ke fisik, tapi merusak psikologis anaknya. Bahkan diakuinya, hukuman yang diberikan terbilang tak masuk akan dan tak wajar.
"Disuruh makan jeruk sama kulit-kulitnya, kan untuk apa yang seperti itu?Kemudian push up kepal yang di aspal di mana cewek ada cincinnya, ini di luar kelaziman. Sedangkan pendidikan militer sendiri tidak sampai sejauh itu," paparnya.
ADVERTISEMENT
Ia mengungkapkan, pada mulanya sang anak enggan bercerita terkait hukuman yang dialami. Namun, Aurell akhirnya mau bercerita sedikit demi sedikit ke pihak keluarga.
"Belakang-belakang dia mulai cerita, banyak dihukum teman-temannya. Termasuk juga karena diberlakukan korsa, jadi satu salah semua salah, dihukum. Akhirnya ada muncul ketakutan di Aurell," tutur Farid.
Karangan bunga di kediaman Aurellia Qurrota Ain di Komplek Taman Royal 2 Kota Tangerang , anggota Paskibraka Tangsel yang meninggal dunia. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Terkait adanya bekas lebam di tubuh Aurell, Farid enggan menerangkan lebih lanjut. Ia hanya membenarkan bahwa memang ada bekas lebam.
"Kalau saya sebagai orang tua melihat sendiri satu di cincin karena push up kepal itu terlihat, ada lebam di tangan kanan kiri. Saya tidak mau memperpanjang hal ini kalau ceritanya bahwa itu dicubit atau sebagainya atau dilakukan apa," jelas dia.
ADVERTISEMENT
"Kita tidak mau komentar bahwa anak saya sendiri tidak menceritakan kekerasan yang berbentuk fisik," pungkasnya.
Aurell meninggal diduga karena kelelahan, Kamis (1/8) pagi. Aurell memang masih dalam masa latihan sebelum pengibaran bendera merah putih untuk Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2019.
Siswi SMA Al-Azhar BSD, Tangerang Selatan, itu tiba-tiba saja jatuh di rumah dan setelah diperiksa ke dokter, sudah tak bernyawa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan