kumparan
15 Feb 2019 15:34 WIB

Ayah Korban Sempat Mengira Granat yang Meledak di Bogor Onderdil

Abdul Majid, ayah dari M. Ibnu Mubarak, korban meninggal akibat ledakan granat Foto: Ajo Darisman/kumparan
Abdul Majid (45), ayah Ibnu Mubarak atau yang akrab disapa Adek di rumah, tak menyangka putra sulungnya itu akan tewas akibat ledakan granat.
ADVERTISEMENT
Ia juga tak pernah menyangka benda yang dibawa anak sulungnya dari daerah latihan menembak Korem 061/SK tersebut merupakan granat.
Abdul bercerita, anaknya bersama teman-temannya memungut benda itu ketika mereka lari sore di sekitar lapangan tembak, Minggu (10/2). Anak-anak itu mengira benda yang mereka bawa hanyalah batu baterai.
“Adek lari hari Minggu sama teman-temannya dari sini mutar ke sana, ada lapangan tembak, lalu masuk. Dia pungut itu, kirain dia mah batu baterai itu,” ujar Abdul kepada wartawan di kediamannya di Kampung Wangun Jaya, Kabupaten Bogor, Jumat (15/2).
Daerah Latihan Menembak Korem 061/SK, Bogor. Foto: Ajo Darisman/kumparan
Abdul sendiri sempat melihat benda itu tergeletak di lantai rumah. Namun, ia hanya mengira benda itu sebagai onderdil mengingat anak sulungnya, Samsul Maarif, memiliki bengkel.
ADVERTISEMENT
“Enggak tahu itu peledak, kirain saya mah onderdil. Itu aja anak saya, ini kan bengkel, onderdil-lah,” jelasnya.
Bahkan Abdul mengaku juga sempat melempar-lempar benda tersebut. “Di sini juga di rumah berapa hari. Untung itu juga enggak meledak. Sempat saya lempar juga enggak meledak,” ujarnya.
Saat kejadian, Abdul tak berada di rumah. Ia hanya menyaksikan ketika anaknya dan kedua temannya tergeletak akibat ledakan granat.
Meski panik, ia bergegas membawa ketiga korban ke rumah sakit. Di sanalah ia baru menyadari bahwa benda yang dibawa sang anak merupakan granat.
“Bingung saya udah tergeletak, udah-udah enggak apa anak saya enggak kelihatan mukanya. Di situ, dari situ, rumah sakit (bilang) ini bahan peledak,” kata Abdul.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan