• 3

Bachtiar Nasir Minta Gus Yahya Minta Maaf soal Kunjungan ke Israel

Bachtiar Nasir Minta Gus Yahya Minta Maaf soal Kunjungan ke Israel


Bachtiar Nasir

Bachtiar Nasir. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) Bachtiar Nasir menilai kepergian KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) hanya untuk memuaskan nalar intelektualnya saja. Bachtiar juga menuding, keputusan Gus Yahya tampil di American Jewish Committee (AJC) menyakiti hati umat Islam.
Sebab, menurut Bachtiar, dalam dialog yang digelar oleh lembaga pro-zionis tertua dan paling berpengaruh di dunia tersebut, Gus Yahya seolah mengabaikan ribuan warga Gaza yang menjadi korban pembantaian Israel dalam aksi damai beberapa waktu lalu.
"Saya lihat, apa yang Pak Yahya bicarakan sebenarnya hanya untuk memuaskan nalar intelektualnya, yang mungkin bagi Pak Yahya sudah menjadi yang terbaik," ucap Bachtiar dalam keterangannya, Kamis (14/6).
"Tapi andaikan Pak Yahya melihat dari sisi kemanusiaan, tentang penderitaan orang-orang di sana, mungkin akan lebih tajam lagi sisi kemanusiaan Pak Yahya dalam melihat hubungan ini dan akan membawa suara yang lebih tegas lagi," lanjutnya.

Gus Yahya di Israel

Gus Yahya di Israel (Foto: Youtube/AJCGlobal)
Bachtiar kemudian menyarankan kepada umat Islam untuk memaafkan kekhilafan yang mungkin telah dilakukan oleh Gus Yahya dengan hadir di AJC. Ia juga meminta seluruh umat untuk menjaga persatuan dan terus waspada dengan rencana-rencana Yahudi untuk memecah belah Islam.
"Kalau memang Pak Yahya mau menyadarinya, saya kira tidak masalah untuk meminta maaf kepada publik dan jangan membiarkan kemarahan ini terus berlarut," tegasnya.
Ia mengkritik kehadiran Gus Yahya yang kemudian diekspose oleh media-media di sana merupakan salah satu cara Yahudi memecah belah Islam, khususnya di Indonesia. Bachtiar juga menilai Gus Yahya mungkin tidak tahu jika ia dijadikan peluru untuk menyerang saudara seimannya sendiri oleh media internasional.

Gus Yahya di Israel

Gus Yahya di Israel (Foto: Youtube/AJCGlobal)
"Tentunya Pak Yahya sadar betul, bahwa Indonesia adalah sebuah negara besar yang tidak boleh kewibawaan kita, yang diamanahkan sebagai tokoh nasional, semena-mena dijalankan tanpa mengindahkan harapan umat Islam," tutur Bachtiar.
Bachtiar juga menilai, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), dialog Gus Yahya sama sekali tidak mencerminkan sikap tegas Indonesia soal polemik di Palestina. Ia juga menilai, Gus Yahya justru telah terperangkap dalam lobi Israel.
"Mungkin merasa bangga ditunjuk sebagai salah satu tokoh internasional. Meski sering diundang di tempat lain, tapi barangkali undangan ini begitu istimewa sehingga Pak Yahya tidak mengindahkan situasi politik dalam negeri Indonesia," tutup Bachtiar.

NewsGus Yahya ke IsraelPalestinaIsraelBachtiar Nasir

presentation
500

Baca Lainnya