kumparan
17 Okt 2018 14:07 WIB

Bahas soal Bakamla, Fayakhun Mengaku Dikenalkan ke Keluarga Jokowi

Sidang kasus korupsi terdakwa Fayakhun Andriadi bersama penasehat hukum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/08/2018). (Foto: Nadia K. Putri)
Eks anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi membeberkan awal mula dia membantu pengurusan anggaran untuk Bakamla. Menurut Fayakhun, ia berkenalan dengan sejumlah orang terkait hal tersebut. Bahkan ia mengaku sempat dikenalkan dengan beberapa orang yang disebut merupakan keluarga Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
Awalnya, Fayakhun berkenalan dengan Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah yang berkeinginan menggarap proyek di Bakamla. Fayakhun juga berkenalan dengan Ali Fahmi Ali Fahmi alias Ali Habsyi alias Fahmi Habsyi yang disebut-sebut merupakan staf ahli Kepala Bakamla yang juga politikus PDI-Perjuangan.
Menurut Fayakhun, ia dikenalkan dengan Ali Fahmi oleh TB Hasanuddin, politikus PDIP yang juga rekannya di Komisi I DPR. “Saya kalau ke Komisi I, Pak TB Hasanuddin bilang 'gimana, udah kontak-kontakaan ke Habsyi (Ali Fahmi) Pak?' Ya udah bantu-bantulah,” ucap Fayakhun dalam keterangannya saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/10).
Terdakwa suap Bakamla, Fayakhun Andriadi di Pengadilan Tipikor, Rabu (17/10/2018). (Foto: Raga Imam/kumparan)
Fayakhun menyebut bahwa Ali Fahmi mengaku bersahabat dengan Fahmi Darmawansyah. Bahkan Ali Fahmi sempat menanyakan soal proyek Bakamla yang akan digarap Fahmi Darmawansyah.
ADVERTISEMENT
Menurut Fayakhun, ia kemudian bertemu dengan Ali Fahmi di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan. Ali Fahmi disebut datang bersama dengan tiga orang lain yang belum dikenalnya.
“Saya lihat dia (Ali Fahmi) bersama teman dan saya dikenalkan. (Fahmi bilang) ‘Kun, kita harus bantu Bakamla untuk menjadi besar karena ancaman nasional ada di laut kita dibantu kekuasaan untuk itu,” kata dia.
Fayakhun menyebut, ia kemudian dikenalkan dengan 3 orang yang dibawa oleh Ali Fahmi. Ali Fahmi menyebut bahwa ketiga orang tersebut merupakan keluarga Jokowi.
"Dikenalkan tiga orang itu disebutnya dari keluarga Solo, yang satu agak tua itu dikenalkan sebagai Omnya Pak Jokowi, kemudian yang kedua adiknya Pak Jokowi, yang satu lagi iparnya Pak Jokowi," papar Fayakhun.
ADVERTISEMENT
Fayakhun mengaku lupa nama ketiga orang tersebut. Ia hanya menyebut bahwa Ali Fahmi memintanya membantu soal anggaran di Bakamla. "Fahmi bilang, 'tolong bantu lah, nama kamu akan bagus di politik partai dan DPR'. Fahmi juga sudah komunikasi dengan Pak Novanto," ujar dia.
Dalam kasus ini, Fayakhun didakwa menerima suap USD 911.480 atau sekitar Rp 12 miliar dari Fahmi Darmawansyah. Suap itu diduga diberikan agar Fayakhun mengupayakan alokasi (plotting) penambahan anggaran Bakamla untuk proyek pengadaan satellite monitoring dan drone dalam APBN-P tahun 2016.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·