Pencarian populer
24 September 2018 10:48 WIB
0
0
Balas Dendam Mematikan Menanti Pelaku Serangan Parade Militer Iran
Penembakan di parade militer Iran (Foto: ALIREZA MOHAMMADI/ISNA/AFP)
Pasukan Garda Revolusi Iran berjanji akan balas dendam atas serangan terhadap parade militer yang menewaskan 29 warga. Serangan itu juga menyebabkan 70 orang lainnya terluka.
Garda Revolusi yang merupakan pasukan elite di Iran dalam keterangannya menyatakan, pelaku penyerangan yang terjadi Sabtu (22/9) tersebut akan berhadapan dengan serangan mematikan dan dendam tak termaafkan dalam waktu dekat.
Pemerintah Iran menyalahkan dua negara Teluk dan Amerika Serikat sebagai otak penyerangan, sesaat setelah peristiwa itu terjadi. Mereka menyebut pihak-pihak itu mendukung kelompok separatis Al-Ahvaziya untuk melakukan serangan.
Penembakan di parade militer Iran (Foto: BEHRAD GHASEMI/ISNA/AFP)
Al-Ahvaziya merupakan kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan yang dilakukan di kota Ahvaz tersebut.
Walau tidak menyebut nama, diduga kuat negara Timur Tengah yang mendukung serangan adalah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Kedua negara itu telah lama bertikai dengan Iran.
"Para teroris itu dilatih oleh dua negara di Teluk," ucap juru bicara Militer Iran Abolfazl Shekarchi, seperti dikutip dari AlJazeera, Senin (24/9).
"(Pelaku serangan) bukan ISIS atau kelompok lain yang melawan sistem Islam (yang berlaku) di Iran, tapi mereka terkait dengan AS serta (Intelijen Israel) Mossad," sambung dia.
Hassan Rouhani (Foto: Reuters/Lucas Jackson)
Serangan mematikan tersebut memicu kemarahan besar pemimpin di Iran. Presiden Hassan Rouhani menyatakan akan segara meluncurkan respons keras.
Sementara Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyakini serangan itu terkait erat dengan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Javad Zarif menuding negara pendukung teror di kawasan tempat Iran berada sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.
Ayatollah Ali Khamenei Berpidato di Teheran (Foto: Leader.ir/Handout via Reuters)
Serangan di Ahvaz dilakukan empat orang pria bersenjata yang memakai penutup kepala dan menyamar menjadi anggota militer. Aksi dilakukan ketika tentara Iran tengah melakukan parade memperingati perang Iran-Irak pada 1980-1988 di provinsi perbatasan Khuzestan.
Keempat pelaku serangan tewas saat melakukan aksinya. Awalnya, serangan itu diklaim kelompok ISIS. Namun, Otoritas Iran mengindikasi kelompok Front Populer Demokrasi Al-Ahvaziya sebagai pelaku utama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
setahun yang lalu · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
setahun yang lalu · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
setahun yang lalu · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: