Pencarian populer

Bawaslu Semarang Panggil Pengelola Puskesmas soal Running Text Diretas

Kantor Bawaslu. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bawaslu Kota Semarang segera memanggil pengelola Puskesmas Srondol, yaitu kepala puskesmas dan teknisi puskesmas. Pemanggilan untuk mengklarifikasi soal LED running text di puskesmas tersebut yang belum lama ini diretas dengan ajakan memilih paslon 02 Prabowo-Sandi .

"Akan kita undang untuk mintai klarifikasi," kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini, saat dihubungi, Kamis (7/3).

Klarifikasi yang dimaksud yakni seputar kemunculan teks ajakan memilih Prabowo-Sandi pada running text milik puskesmas. Bawaslu akan menelusuri apakah ada kesengajaan atau tidak dari pihak puskesman.

"Kita lihat klarifikasinya dulu," kata Naya.

Meski demikian, Naya mengaku dalam waktu dekat ini belum akan memanggil Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi. Bawaslu ingin berfokus pada pihak yang bersangkutan langsung, yakni pengelola Puskesmas Srondol.

"Belum ke arah situ (panggil tim Prabowo-Sandi), kita investigasi dulu," ujarnya.

Running text puskesmas di Semarang di hack bertuliskan ajak pilih Prabowo. Foto: Dok. Istimewa

Fasilitas LED running text di Puskesmas Srondol, Kota Semarang, diduga diretas pada Senin (4/3) pagi. LED yang seharusnya menampilkan tulisan berjalan mengenai pesan-pesan kesehatan serta program puskesmas, berganti menjadi pesan kampanye.

Penggalan tulisan running text yang diretas tersebut adalah, hacked by: Sir.Kz0L|-L4EFY-| Ha Ha in Your System :v Pilih No. 2 PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO. Tak hanya itu, peretas juga menuliskan pesan untuk berlangganan channel YouTube Gamers Milyhya dan meng-unsubscribe Youtuber Atta Halilintar. LED running text milik Puskesmas Srondil itu pun dimatikan

Running text bank swasta di Jalan Setiabudi Semarang diretas, pesannya diganti dengan ajakan pilih Prabowo. Foto: Dok. Istimewa

Namun, dugaan peretasan muncul di Rabu (6/3). Tulisan serupa muncul di LED running text milik sebuah penginapan di area Srondol, tepatnya Jalan Setiabudi.

Untuk kasus di penginapan tersebut, Bawaslu Kota Semarang belum akan memanggil pengelolanya. Naya menegaskan pihaknya akan menginvestigasi terlebih dulu untuk kasus tersebut.

"Yang itu juga kita investigasi dulu," ujar Naya singkat.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61