kumparan
24 Apr 2019 16:05 WIB

Bawaslu Surati KPU soal Salah Input Data C1: Hati-hati, Ini Sensitif

Komisioner Bawaslu Rachmat Bagja. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Bawaslu kembali menyoroti KPU yang beberapa kali melakukan kesalahan dalam proses penginputan data scan C1 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Bawaslu sudah menyurati KPU agar berhati-hati.
ADVERTISEMENT
"Masalah Situng sudah kita ingatkan KPU Situng agak trouble dalam beberapa kali kan. Kita sudah kasih surat ke KPU agar hati-hati, karena ini persoalannya sangat sensitif masalah tersebut," kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).
Bawaslu tidak ingin KPU terus menerus melakukan kesalahan yang sama, terutama mengenai proses input data Situng. Meski demikian Bawaslu tidak ingin berspekulasi soal KPU yang terus mengulangi kesalahan penginputan data.
"Iya agar lebih berhati-hati. Misalnya kesalahan tidak diulang berkali-kali, itu kan yang penting. Logistik, salah satu yang kita sesalkan logistik, tiba-tiba logistik bermasalah begini ke mana-mana kan? Misalnya input, sudah kita ingatkan, kita lihatlah, insyaallah semoga tidak diulang," ujar Bagja.
ADVERTISEMENT
Bawaslu meminta kepada seluruh masyarakat, termasuk KPU, agar tidak hanya fokus menanggapi permasalahan di tingkat nasional. Sebab, Bawaslu menemukan banyak temuan dan laporan mengenai masalah pemilu ditingkatkan kecamatan dan kota.
"Teman-teman harus melihat di tingkat kabupaten/kota, provinsi, kecamatan. Sekarang proses lagi berjalan, silakan melapor melalui proses yang ada, setiap laporan tentu akan kita tindaklanjuti. Misal, ada yang kirim laporan ke kita kemudian kejadiannya di mana, kita akan teruskan," ucap Bagja.
Dia mencontohkan terkait kejadian pembakaran kotak dan surat suara di Distrik Tiginambut, Puncak Jaya, Papua. Usai mendapatkan laporan itu, Bawaslu langsung melakukan pemeriksaan.
"Kemarin kejadian di Puncak Jaya sekarang teman-teman Bawaslu Puncak Jaya dan Papua ke distrik yang bersangkutan. Itu kemudian kita selidiki kenapa dibakar seperti itu. Insyaallah siapa pun yang melakukan pelanggaran, baik penyelenggara, itu kita tindak, maupun itu pengawas TPS sendiri," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan