Pencarian populer

Bawaslu Usut Video 'Bila Kiai Ma'ruf Kalah, Tak Ada Zikir di Istana'

Cawapres no urut 01, Ma'ruf Amin tiba jelang Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Beredar sebuah video yang menunjukkan ceramah seorang ulama yang menyebut jika cawapres 02 Ma'ruf Amin tidak terpilih pada 17 April, maka tahlil dan zikir tidak akan berkumandang lagi di Istana.

Video itu diunggah oleh salah seorang pengguna akun media twitter @RajaPurwa pada Senin, 18 Maret 2019 dan beredar juga di Instagram salah satunya di akun komunitas.sahabat.prabowosandi.

Loading Instagram...

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 25 detik itu, nampak hadir cawapres Ma'ruf Amin di tengah-tengah acara yang belum diketahui kapan dan di mana terjadinya. Sambil duduk, Ma'ruf nampak tengah mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh salah satu ustaz.

Berikut penggalan pernyataan dari ustaz tersebut:

"Sesuatu yang bid'ah yang musyrik yang kafir dan lain sebagainya dan mereka ini akan membuat sebuah kekuatan yang apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream seperti NU ini, seperti pesantren ini, hanya akan menjadi fosil di masa depan.

Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di istana, jangan berpikir masih ada hari santri apabila sampai kiai Ma`ruf ini kalah. Nauzubillahi mindzalik.

Ajengan semuanya masih ingin hari santri? Masih ingin zikir berkumandang di Istana? Masih ingin budaya NU dan ahli sunah terus berkembang di Indonesia ? Jawabnya hanya satu, kalau ingin semuanya masih, 17 April yang akan datang semua kita jaga untuk memenangkan kiayi Ma`ruf Amin.

Merespons beredarnya video itu, Bawaslu mengungkapkan belum menerima laporan dari masyarakat, namun akan segera menindaklanjuti.

"Akan kita tindak lanjuti," kata Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar saat dikonfirmasi, Selasa (19/3).

Sementara juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menyatakan tidak ada yang salah terkait pernyataan ustaz tersebut. TKN melihat pernyataan itu sebagai bentuk dukungan kepada Ma'ruf sebagai tokoh NU.

"Tidak ada yang salah kan dengan pernyataan seorang tokoh itu yang menyatakan bahwa abah kiai Ma’ruf Amin sebagai ulama NU yang terus berjuang untuk NU, hari santri dan tradisinya NU lainnya," kata Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi kumparan terpisah.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzily (kanan) bersama Koordinator Media Posko Cemara memberikan keterangan pers merespon isu aktual, Rabu (12/12). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Selain itu, Ace mengungkapkan dalam video yang beredar itu, tidak ada penyataan yang menyerang Prabowo-Sandi. Dia justru membandingkan dengan peristiwa 3 emak-emak di Karawang yang melakukan kampanye hitam kepada capres 01 Joko Widodo. 

"Apakah dalam video itu menyebut capres lain dan menjelek-jelekkan capres lainnya seperti video Ibu-ibu di Karawang yang jelas-jelas menyebut Pak Jokowi akan melegalkan pernikahan sejenis, pro zina dan lain-lain?" tutup Ace.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22