kumparan
26 Jan 2019 23:29 WIB

Beredar Video Tentara Mengaku Tak Dilayani di Rumah Sakit di Sumut

Video Tentara Merasa Diusir dari Rumah Sakit Viral di Sumut. (Foto: Instagram @hotmanparisoffical)
Masyarakat dihebohkan oleh viralnya video komandan Koramil 10 Balimbingan Kodim 02/07 Simalungun, yang diusir dari Rumah Sakit Tentara di Jalan Simanuk-manuk Kota Pematang Siantar Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
Pada video yang diunggah Jumat (25/1) ini, komandan yang bernama Kapten Infanteri Leo Sianturi itu, tampak duduk di kursi roda, dengan tangan masih diinfus menyampaikan kekecewaannya pada Presiden Jokowi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
"Tolong saya Pak Presiden, tolong saya Pak Panglima. Saya Kapten Leo Sianturi tak dilayani dengan baik di rumah sakit," teriaknya.
Dalam video itu, ia mengaku diusir oleh perawat karena tidak ada keluarga yang menjagannya saat hendak dirawat.
"Saya seorang perwira, sakit diopname, tidak bisa dirawat di rumah sakit, tentara tanpa dirawat. Saya prajurit, perwira angkatan darat tidak dihargai," sebutnya.
Terkait dengan hal ini, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Roy Hansen Sinaga menegaskan, seluruh prajurit TNI AD yang datang berobat pasti akan dilayani.
ADVERTISEMENT
"Terlebih sejauh ini seluruh Rumkit di jajaran Kodam I/Bukit Barisan telah berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik, semuanya akan mendapat pelayanan yang sama. Jangankan beliau (Kapten Leo), seluruh prajurit kita layani maksimal," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (26/1).
Roy Hansen menilai, bahwa sikap emosional Kapten Leo Sianturi tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman terhadap rumah sakit. Saat itu, menurut Roy, sang kapten sebenarnya sedang ditanyai perawat perihal pendamping yang akan menemaninya, terutama saat mengambil makanan dan merawatnya selama di rumah sakit.
"Saat ditanya beliau sensitif saat itu, emosinya langsung terpicu. Jadi ini hanya salah paham saja. Beliau mungkin lagi naik darah tingginya," jelasnya.
Terkait dengan aksi protesnya yang sempat viral ini, Roy menyatakan Kodam I/Bukit Barisan tdiak akan memberikan sanksi. "Kami hanya akan memberikan nasihat dan mencoba meluruskan peristiwa tersebut," ujarnya .
ADVERTISEMENT
Roy berharap, peristiwa seperti itu tidak terulang kembali. "Sebab, soal kesalahpahaman pelayanan kesehatan prajurit di rumah sakit di jajaran Kodam I/Bukit Barisan tentunya bisa diselesaikan secara baik-baik," ungkapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan