kumparan
7 Sep 2017 15:27 WIB

Berikut Perkembangan Pembangunan 8 Bandara Prioritas Jokowi

Progres Pembangunan Bandara Kertajati Majalengka (Foto: Ditjen Perhubungan Udara)
Pemerintah tengah memfokuskan pengembangan dan pembangunan 8 bandara dalam proyek strategis nasional. Proyek ini tertuang ke dalam Peraturan Presiden No 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, mengatakan dari 8 bandara strategis nasional tersebut, ada 4 bandara yang tengah direvitalisasi, 3 proyek pembangunan bandara baru, dan 1 bandara tengah dalam proses pengembangan.
"Kedelapan bandara status hingga saat ini masih ada yang direvitalisasi dan dibangun sebagai bandara baru, serta pengembangan infrastruktur," ujar Agus di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/9).
Agus mengatakan, pengembangan 8 bandara strategis ini memiliki potensi perekonomian yang cukup tinggi, sejalan dengan poin ketujuh Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Sementara untuk daerah terpencil dan terpinggir, lanjut Agus, akan melanjutkan proyek dari tahun sebelumnya.
1. Revitalisasi Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara
Revitalisasi Bandara Sultan Babullah Ternate (Foto: Dok. Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan)
Bandara Sultan Babullah memiliki fasilitas runaway sepanjang 2.300 m x 45 m, dua apron sepanjang 180 x 90 m, dan terminal seluas 9.600 m2. Pesawat yang beroperasi pada bandara ini adalah pesawat jenis Boeing 737-800 NG. Pada April 2017, telah dilakukan penyerahan asset terminal bandara dari Pemerintah Daerah Ternate kepada Dirjen Perhubungan Udara.
ADVERTISEMENT
Pada tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp 40,6 miliar untuk pembangunan pagar dan pengadaan mesin sensor x-ray. Selain itu, pada tahun 2018 akan dilakukan renovasi terminal dengan total anggaran mencapai Rp 8 miliar.
2. Revitalisasi Bandara Radin Inten II Lampung
Progres Bandara Radin Inten II Lampung (Foto: Ditjen Perhubungan Udara)
Bandara Radin Inten II memiliki fasilitas runway sepanjang 3.000 x 45 m, apron sepanjang 545 m x 110 m dengan memiliki 8 parking stand, terminal seluas 9.650 m2, gedung parkir 22.500 m2 dengan daya tampung 700 mobil. Pesawat yang beroperasi pada bandara ini adalah jenis Boeing 737-900 ER.
Hingga saat ini telah diselesaikan perpanjangan landasan runway menjadi 3.000 x 45 m dan perluasan terminal, gedung parkir, pelebaran apron yang telah dilakukan di tahun 2016 dengan total anggaran mencapai Rp 324 miliar. Pada tanggal 23 Agustus 2017 telah terpasang garbarata hingga 80%.
ADVERTISEMENT
3. Revitalisasi Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Selatan
Revitalisasi Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya (Foto: Dok. Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub)
Bandara Tjilik Riwut memiliki fasilitas runway sepanjang 2.500 m x 45 m, 3 apron sepanjang 199 m x 24 m, terminal seluas 20.124 m2. Pesawat yang beroperasi pada bandara ini adalah pesawat jenis Boeing 737-900 ER.
Hingga saat ini progres pembangunan terminal baru telah mencapai luas sebesar 20.124 m2 dan sistem kelistrikan yang telah mencapai 72% dengan target penyelesaian pada awal 2019.
Rekonstruksi runway dari 2.500 meter telah selesai 1.350 meter. Selanjutnya rekonstruksi runway akan dilanjutkan di tahun 2018. Keseluruhan progres ini membutuhkan dana sebesar Rp 138 miliar di tahun 2017
4. Revitalisasi Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan
Revitalisasi Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin (Foto: Dok Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan)
Bandara Syamsudin Noor memiliki fasilitas runway sepanjang 2.500 x 45 m, apron seluas 51.072 m2, 4 buah taxiway, dan gedung terminal bandara seluas 9.575 m2. Pesawat yang beroperasi di bandara ini adalah pesawat jenis Boeing 737-900 ER.
ADVERTISEMENT
Hingga kini tengah dikembangkan perluasan terminal dengan luas tahap 1 sebesar 65.284 m2 dan tahap 2 sebesar 108.134 m2, serta apron dengan progres fisik 2,61%. Total investasi bandara ini mencapai Rp 2,3 triliun.
5. Pembangunan Bandara Kertajati, Jawa Barat
Progres Pembangunan Bandara Kertajati Majalengka (Foto: Ditjen Perhubungan Udara)
Bandara Kertajati memiliki fasilitas runway seluas 2.500 m x 60 m, apron seluas 576 m x 151 m dengan kapasitas 12 parking stand dan gedung terminal seluas 96.280 m2. Nantinya pesawat yang beroprasi di bandara ini adalah jenis pesawat Boeing 737, B 747, B 777.
Bandara Kertajati secara keseluruhan progresnya telah mencapai 55,21% untuk sisi darat. Sementara untuk sisi udara masih dilanjutkan pembangunan untuk runway, apron, dan taxiway baru.
Total anggaran infrastruktur sisi udara sebesar Rp 1,1 triliun dari tahun 2013-2018 dan total anggaran pembangunan infrastruktur sisi darat sebesar Rp 2,6 triliun dari tahun 2016-2017.
ADVERTISEMENT
6. Pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo Yogyakarta
Progres Pembangunan Bandara Kulon Progo Yogyakarta (Foto: Ditjen Perhubungan Udara)
Bandara Kulon Progo memiliki fasilitas runway sepanjang 3.250 m x 60 m, apron seluas 371.205 m2 dengan kapasitas 28 parking stand, gedung terminal seluas 130.00 m2. Nantinya pesawat yang beroperasi di bandara ini adalah pesawat berjenis Boeing 737, B 747, B 777.
Hingga saat ini Bandara Kulonprogo masih dilakukan tahapan Detail Engineering Design (DED) sisi darat dan udara, dengan progres pembebasan lahan yang sudah mencapai 95,4%. Total anggaran mencapai Rp 4,1 triliun dan infrastruktur Rp 5,2 triliun.
7. Pembangunan Bandara Sebatik, Kalimantan Utara
Pembangunan Bandara Sebatik Kalimantan Utara (Foto: Dok. Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub)
Pembangunan Bandara Sebatik masih dalam tahap perencanaan. Sejauh ini di wilayah Sebatik sudah terdapat Bandara Nunukan yang berjarak kurang lebih 50 km dari lokasi yang akan dibangun Bandara Sebatik.
ADVERTISEMENT
8. Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah
Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang (Foto: Dok. Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub)
Bandara Ahmad Yani memiliki fasilitas runway seluas 2.680 m x 45 m, apron seluas 296 m x 98 m, gedung terminal seluas 6.700 m2. Pesawat yang beroperasi di bandara ini adalah pesawat berjenis Boeing 737.
Progres Bandara Ahmad Yani hingga saat ini untuk pengerjaan taxiway telah rampung dengan luas 140 m x 25 m, pekerjaan jalan akses mencalai 91,17%, dan pembangunan terminal baru mencapai 24%. Total anggaran pengembangan konstruksi untuk Bandara Ahmad Yani dari tahun 2014-2018 mencapai Rp 2,1 triliun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·