kumparan
12 Agu 2019 14:15 WIB

Bermodal WhatsApp, Pria di Sleman Tipu Karyawan Toko Batik Rp 178 Juta

Polda DIY merilis kasus penipuan bermodus pesan Whatsapp. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Seorang warga Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY, berinisial DH (41), harus meringkuk di jeruji besi usai melakukan tindak pidana penipuan.
ADVERTISEMENT
Bermodal WhatsApp (WA), DH mengaku sebagai pemilik salah satu toko batik terkenal di Yogyakarta dan menipu beberapa karyawan toko tersebut.
Direktur Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Y Toni Surya Putra, mengatakan DH menipu beberapa karyawan toko batik dengan iming-iming hendak membuka usaha showroom mobil. Salah satu karyawan pun percaya dan mentransfer uang senilai Rp 178.500.000.
“Korbannya percaya bahwa si pelaku ini orang kaya, berduit, pengusaha,” ujar Toni dalam jumpa pers di Polda DIY, Senin (12/8).
Toni menjelaskan, korban sama sekali tidak pernah bertemu DH. Sehingga menurut Toni, bujuk rayu DH ke korbannya sungguh maut. Adapun dalam transaksi, DH menyembunyikan identitasnya dengan meminjam rekening milik orang lain.
ADVERTISEMENT
“Korban terayu karena dijanjikan pembagian 30 persen dari keuntungan. WA-nya pakai foto pemilik (toko batik) betul, jadi percaya. Setelah percaya baru diajak bisnis,” katanya.
DH ditangkap pada 2 Juli setelah korbannya melapor ke polisi. Korban melapor lantaran curiga bisnis yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.
Ilustrasi penipuan Foto: Pixabay
“Sampai tersangka diamankan ternyata showroom itu fiktif, mobilnya juga enggak ada. Kerugian korban Rp 178 juta,” ujarnya.
Sementara itu saat diperiksa, kata Toni, DH mengaku menggunakan uang hasil penipuan itu untuk berjudi.
“Uang hasil penipuan korban, pelaku punya hobi judi, jadi digunakan judi,” ucapnya.
Saat menangkap DH, polisi juga menyita satu buah rekening dan kartu ATM BCA. Dari korban polisi juga mengamankan bukti-bukti seperti 14 screenshot percakapan WA, 7 lembar slip transfer asli, dan 2 pengajuan pinjaman ke koperasi.
ADVERTISEMENT
Atas perbuatannya, DH dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. DH juga dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan penjara maksimal 4 tahun.
“Ini perlu kita lakukan penegakan hukum supaya tidak lagi masyarakat Yogja jadi korban penipuan. Agar tidak tergiur tawaran bisnis maupun transaksi barang di bawah harga wajar,” tutup Topi
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·