Pencarian populer

BNPB Kirim 14 Ton Bantuan untuk Korban Gunung Agung

Kepulan asap Gunung Agung (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Sejumlah 34.931 warga di sekitar Gunung Agung terpaksa mengungsi ke 238 titik di tujuh kabupaten setelah Gunung Agung dinaikkan statusnya menjadi level awas. Terkait hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari ini telah mengirimkan bantuan seberat 14 ton kepada para pengungsi.
ADVERTISEMENT
"Bantuan (14 ton) dibawa menggunakan kargo dari Lanud Halim Perdanakusuma berupa 5 unit sirine mobile iRADITIF Telehouse seberat 5 ton, 50 tenda pengungsi, 300 tenda keluarga, 3.400 lembar selimut, 2.570 matras, alat komunikasi berupa radio codan, ACCU 1000, handy talky, genset portable dan alat SMS broadcast," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan tertulis, Minggu (24/9).
Menurut Sutopo, alat komunikasi tersebut diperlukan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang informasi aktivitas Gunung Agung dan upaya mandiri yang harus dilakukan. Ia juga menyebutkan, BNPB juga memasang rambu-rambu peringatan sebagai penanda pemberitahuan jarak radius yang mudah dipahami masyarakat.
"Rambu dipasang di jalan-jalan sehingga masyarakat mengetahui posisinya di mana batas antara radius aman dan berbahaya," jelas Sutopo.
Bantuan untuk Korban Bencana Alam Gunung Agung (Foto: Dok. Kemenkeu)
Ia mengungkapkan, pada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala BNPB bersama kementerian, lembaga, pemda dan berbagai unsur terkait, BNPB sebelumnya telah menyerahkan bantuan Rp 1 miliar untuk operasional dan aktivasi posko kepada Pemda Karangasem. Namun, menurut Sutopo uang tersebut merupakan bantuan awal untuk operasional saja.
ADVERTISEMENT
"BNPB masih menyiapkan dana siap pakai untuk penanganan darurat dan akan memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Bupati Karangasem juga telah menetapkan status keadaan darurat bencana peningkatan aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem selama 14 hari yaitu pada Senin (18/9) hingga Minggu (1/10)," ujarnya.
Menurutnya, masa keadaan darurat ini sangat tergantung pada ancaman letusan dari Gunung Agung sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan penanganan bencana.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85