Bom Bangkok, Pemberontak Selatan Dicurigai

3 Agustus 2019 10:53 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi berjaga di tempat ledakan di Bangkok, Jumat (2/8). Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun
zoom-in-whitePerbesar
Polisi berjaga di tempat ledakan di Bangkok, Jumat (2/8). Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun
ADVERTISEMENT
Serangkaian pemboman di Bangkok dan Nonthaburi, yang melukai empat orang pada Jumat (2/8), diduga terkait dengan pemberontak di pedalaman Selatan, Thailand. Meski, dugaan motivasi politik dalam pengeboman itu, belum dikesampingkan.
ADVERTISEMENT
Dilansir Bangkok Post, Badan Keamanan dan Intelijen yang diketuai oleh Wakil Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prawit Wongsuwon, meyakini serangan itu terkait dengan operasi ekspansi yang dilakukan oleh para pemberontak. Prawit pun menduga serangan itu didukung oleh suatu kelompok politik.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Nasional Thailand Jenderal Polisi Chakthip Chaijinda mengatakan penyelidikan awal oleh polisi telah menemukan pemboman itu mungkin dilakukan oleh kelompok pemberontak yang sama, yang sebelumnya melakukan serangan bom di tujuh provinsi di selatan dan tengah Thailand pada Agustus 2016.
"Meskipun itu adalah kelompok yang sama, kali ini mereka menggunakan anggota baru yang tidak memiliki catatan kriminal untuk melakukan serangan di Bangkok," kata Chakthip.
Polisi berjaga di tempat ledakan di Bangkok, Jumat (2/8). Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun
Chakthip memberikan jaminan bahwa pihak berwenang dapat mengendalikan situasi, dan mengatakan bahwa dia telah menunjuk wakilnya, Jenderal Polisi Chaiwat Kateworachai, untuk memimpin penyelidikan atas ledakan itu. Jenderal Chaiwat sebelumnya telah memimpin penyelidikan atas pemboman maut atas Kuil Erawan pada Agustus 2016.
ADVERTISEMENT
Dalam insiden yang terjadi Jumat (2/8) itu, tujuh bom dilaporkan berada di lima titik di Bangkok dan Nonthaburi. Lima di antaranya meledak, melukai empat orang. Ledakan itu termasuk satu di stasiun BTS Chong Nonsi dekat gedung King Power Mahanakhon, Kompleks Pemerintah di Jalan Chaeng Watthana, dan Markas Besar Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand.
Selain pemboman, di waktu yang sama, kebakaran terjadi di tiga lokasi di daerah Pratunam di Bangkok. Di satu lokasi ditemukan benda-benda menyerupai pecahan bom dari reruntuhan kebakaran.
Komandan Wilayah Polisi Provinsi 9, Letnan Jenderal Ronnasilp Phusara, mengatakan bahwa dua orang tersangka dari distrik Rue So Narathiwat ditangkap pada hari Kamis, satu hari sebelum ledakan, karena menempatkan sebuah bom waktu di depan markas besar Kepolisian Kerajaan Thailand di Jalan Rama I.
ADVERTISEMENT
“Sebuah penyelidikan menemukan hubungan antara dua tersangka dan gerilyawan selatan,” kata Ronnasilp.
Sejumlah warga dan polisi berkumpul di tempat ledakan di Bangkok, Jumat (2/8). Foto: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Sebuah sumber kepolisian mengatakan bahwa bom itu akan meledak pada jam 8 pagi pada hari Jumat. Pasangan tersebut ditangkap di provinsi Chumphon.
Sumber-sumber di antara para ahli penjinakan bom dari Selatan mengatakan bahwa bom di beberapa lokasi di Bangkok adalah perangkat improvisasi yang dipicu dengan timer. Bom-bom tersebut dirancang untuk menimbulkan kepanikan daripada menimbulkan korban massal.
"Bom-bom ini mirip dengan bom curah yang digunakan dalam serangan bom berantai di tujuh provinsi selatan dan tengah pada 16 Agustus 2016," kata sumber itu.
Kerusakan dan cedera sangat minim tetapi waktu kejadian, saat pertemuan tingkat tinggi ASEAN, menunjukkan bahwa mempermalukan pemerintah adalah tujuan utamanya.
Polisi berjaga di tempat ledakan di Bangkok, Jumat (2/8). Foto: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Insiden terjadi pada hari sama ketika PM Prayut Chan-o-cha, yang sekarang bertanggung jawab atas pemerintahan sipil, melakukan kunjungan pertamanya ke kantor pusat Kepolisian Kerajaan Thailand, yang telah ia janjikan untuk mengawasi secara langsung.
ADVERTISEMENT
Urutan serangan dan reaksi oleh otoritas keamanan menarik perhatian ekstra dari korps media-media besar asing saat ini di ibukota yang sedang meliput pertemuan para menteri luar negeri ASEAN. Mereka bergabung dengan banyak diplomat senior lainnya termasuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan timpalannya dari Tiongkok Wang Yi.
Keamanan kini diperketat di sekitar Centara Grand di Central World, di mana pertemuan-pertemuan ASEAN sedang berlangsung yang melibatkan para menteri dari 31 negara secara keseluruhan.
Menteri Luar Negeri Don Pramudwinai mengatakan bahwa pemboman itu tidak memengaruhi Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dan acara itu akan berjalan sesuai rencana.
Sementara itu Perdana Menteri melalui unggahannya di halaman Facebook mengutuk dalang di balik serangan bom dan antara lain meminta agar keamanan ditingkatkan.
ADVERTISEMENT
"Saya mengutuk dalang di balik ledakan bom pagi ini, yang menghancurkan orang dan citra negara. Saya telah meminta para pejabat untuk meningkatkan keamanan bagi anggota masyarakat dan merawat orang-orang yang terkena dampak segera oleh ledakan,'' tulis Prayut Chan-o-cha.