kumparan
22 Apr 2019 18:31 WIB

Bom Kembali Meledak di Sri Lanka

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremasinghe (tengah) mengunjungi lokasi ledakan di gereja St. Anthony's Shrine di Kochchikade di Colombo, Sri Lanka. Foto: AFP/ISHARA S. KODIKARA
Ledakan bom kembali menghantam Kolombo, Sri Lanka, Senin (22/4). Juru bicara Kepolisian Sri Lanka mengatakan insiden tersebut terjadi ketika pihaknya tengah menjinakkan bom yang baru saja mereka temukan.
ADVERTISEMENT
Diberitakan AFP, ledakan terjadi di radius 50 meter dari Gereja St Anthony's Shrine, satu dari tiga gereja yang menjadi sasaran pelaku pada serangan bom Minggu (21/4) lalu. Belum diketahui adanya korban jiwa atau luka akibat ledakan tersebut.
Minggu, bom meledak di tiga gereja, yakni St Anthony's, Gereja St. Sebastian, dan gereja di wilayah Batticaloa, timur Kolombo. Serangan dilancarkan saat para jemaat tengah melaksanakan kebaktian Hari Paskah.
Tak hanya tiga gereja, pelaku juga menyasar empat hotel dengan serangan bom bunuh diri, yakni Grand Cinnamon, Shangri-La, Kingsbury, dan sebuah hotel yang berada di dekat kebun binatang nasional. Terakhir, bom bunuh diri meledak di sebuah rumah ketika polisi hendak menangkap salah satu pelaku.
ADVERTISEMENT
Akibat serangan ini, 290 orang tewas dan 500 lainnya mengalami luka-luka. Sejauh ini, polisi sudah menangkap 24 terduga pelaku yang berkaitan dengan serangan tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan