kumparan
20 Jul 2019 16:35 WIB

Bos KyoAni soal Studionya Dibakar: Saya Marah, Tak Bisa Berkata-kata

Seorang wanita menangis ketika melihat gedung Animasi Kyoto yang dibakar di Kyoto, Jepang. Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Serangan pembakaran perusahaan animasi di Jepang, Kyoto Animation, masih memicu duka mendalam. Hal itu seiring dengan bertambahnya jumlah korban tewas menjadi 34 orang.
ADVERTISEMENT
Presiden KyoAni, Hideaki Hatta, hingga kini masih merasa sedih dan terguncang. Anak buahnya yang menjadi korban tewas dalam kebakaran itu menurutnya masih sangat muda dan memiliki masa depan cerah.
"Beberapa dari mereka bergabung dengan kami pada April. Pada tanggal 8 Juli, saya memberi mereka bonus kecil untuk yang pertama kalinya," kata Hideaki, dilansir Reuters, Sabtu (20/7).
"Mereka orang-orang yang memiliki masa depan yang menjanjikan kehilangan nyawa mereka. Saya tidak tahu harus berkata marah, saya merasa marah hanya saya tidak bisa berkata-kata," kata Hideaki.
Seorang wanita berdoa di depan deretan bunga yang ditempatkan untuk para korban gedung Animasi Kyoto yang dibakar di Kyoto, Jepang. Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Sebanyak 15 korban yang tewas masih berusia 20-an, 11 berusia 30-an, 6 berusia 40-an dan satu orang berusia 60 tahun.
Duka mendalam juga dialami oleh para penggemar anime di Jepang. Di sekitar rumah produksi, para penggemar anime berkumpul untuk menaburkan bunga. Sebagian dari mereka, mengaku tidak bisa memaafkan pelaku pembakaran.
ADVERTISEMENT
"Penjahat yang melakukan ini tampaknya secara mental terganggu, tapi aku tidak bisa memaafkannya. Orang-orang muda di Kyoto Animation itu sangat cantik dan hangat, sulit untuk menerima bahwa mereka pergi," kata salah seorang mahasiswa, Bing Xie.
Gedung Animasi Kyoto di Jepang. Foto: Wikipedia
Kondisi gedung Animasi Kyoto yang dibakar di Kyoto, Jepang. Foto: AFP/ JAPAN POOL VIA JIJI PRESS
Identitas Tersangka
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi identitas tersangka pelaku pembakaran, yakni pria berusia 41 tahun bernama Shinji Aoba.
Aoba tinggal di sebuah apartemen dua lantai di pinggiran kota Omiya. Jaraknya cukup jauh dari rumah produksi tersebut, sekitar 500 km dari kota Kyoto.
Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki motif penyerangan yang dilakukan Aoba. Ia diduga melakukan serangan itu sebagai aksi balas dendam.
Kepada media setempat, Aoba mengaku melakukan penyerangan itu karena merasa karyanya telah dijiplak oleh rumah produksi tersebut.
ADVERTISEMENT
Aoba tercatat sebelumnya pernah dipenjara atas kasus perampokan.
Pihak kepolisian belum secara resmi menangkap Aoba karena sedang menjalani perawatan akibat luka bakar yang cukup parah.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·