kumparan
24 Agu 2019 17:55 WIB

BPIP soal Rizieq: Akan Habis Waktu Jika Semua Komentar Ditanggapi

Pelaksana Tugas Ketua BPIP, Hariyono, di Gedung Kemenkominfo. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Haryono merespons pidato Imam Besar FPI Rizieq Syihab yang menyebut BPIP tak paham pancasila dan hanya buang anggaran.
ADVERTISEMENT
Haryono mengaku enggan berkomentar banyak terkait apa yang dikatakan Rizieq. Ia mengatakan saat ini BPIP tetap fokus dalam tugasnya melakukan pembinaan ideologi pancasila.
"Kami tak (hanya) fokus kerja saja, (tapi) menjalankan tugas dan fungsi kami. Karena nanti kalau semua komentar masyarakat itu kami tanggapi waktu kami hanya habis untuk menanggapi itu," kata Haryono kepada kumparan, Sabtu (24/8).
Haryono mengaku tak terganggu dengan komentar Rizieq. Ia mengaku pihaknya akan terus bekerja memberi pembinaan pancasila sesuai tugasnya masing-masing.
"Enggak (terusik). Saya pikir ini kan negara demokrasi, setiap orang boleh, itu kami fokus bagaimana menjalankan peran kami sesuai tugas yang kami emban," kata Haryono.
Haryono mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mengeluarkan komentar yang mengancam persatuan Indonesia. Meski begitu, ia mengaku menghormati setiap perbedaan maupun pendapat yang dimiliki warga negara Indonesia termasuk Rizieq.
ADVERTISEMENT
"Mari kalau kita semua warga negara Indonesia kan sepakat pancasila sebagai dasar negara sebagai pandangan hidup untuk itu mari komentar statement, perilaku itu jangan mengancam persatuan bangsa," kata Haryono.
"Jadi karena kita belajar, kita juga harus menghormati keberagaman yang ada. Sebagai sebuah dasar negara ini kan juga berproses kan harapan idealnya itu juga menata dan mengelola kelembagaan negara, bukan hanya pemerintah dan ini tantangan kita bersama bagaimana kita mengarahkan kesana," kata Haryono.
Dalam peringatan Milad ke-21 FPI, Sabtu (24/8), Rizieq menyampaikan pidato. Melalui rekaman yang diputar, Rizieq mengkritik anggota BPIP sama sekali tak paham Pancasila.
“Lebih parah lagi rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP dengan anggota yang juga tidak paham Pancasila,” kata Rizieq melalui rekaman suara yang diperdengarkan dalam Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Rizieq menyebut anggaran besar yang dikeluarkan untuk membiayai anggota BPIP terbuang sia-sia. Ia menilai BPIP tidak bekerja dengan baik dan membiarkan Pancasila bergeser dari posisinya sebagai dasar negara menjadi pilar negara.
“Makanya jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah Badan Pengkhianat Ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan. Karena bukan hanya pemborosan uang negara tapi juga sangat berbahaya buat eksistensi Pancasila sebagai dasar negara,” tegas Rizieq dalam pidatonya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·