kumparan
18 Mei 2018 11:31 WIB

BSSN Segera Petakan Jaringan dan Bibit Terorisme

Mendagri dan Kepala BSSN (Foto: Soejono Saragih/kumparan)
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Mayjen (Purn) Djoko Setiadi mengungkapkan, BSSN sudah mulai melakukan pemetaan terhadap kemungkinan aksi teror yang akan dilancarkan, khususnya jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
Djoko menjelaskan, pemetaan ini perlu untuk segera dibuat agar aparat keamanan bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan aksi teror yang bisa terjadi di kemudian hari.
"Kalau peta kan memang harus kita buat sesegera mungkin. Sehingga nanti masukan ke aparat keamanan bisa mengantisipasi kalau peta itu harus segera dibuat," kata Djoko di kantor BSSN, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (18/5).
Djoko mengatakan, langkah ini merupakan salah satu bentuk reaksi cepat agar aksi terorisme tidak terulang kembali. Namun, untuk kondisi terkini dalam temuan BSSN sendiri, Djoko mengaku semua masih dalam proses identifikasi, baik penyebaran konten di media sosial yang diduga dilakukan oleh aktor teroris.
"Ini mungkin dalam proses ya. Jadi saya belum bisa menjawab sekarang," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Djoko menegaskan, pihaknya akan secepat mungkin memetakan para pelaku teror dan akan menyerahkannya kepada penegak hukum. Namun, Djoko enggan mengungkapkan apakah BSSN sudah mengantongi nama-nama terduga teroris.
Pemetaan ini tidak hanya dilakukan jelang pelaksanaan pemilu saja, tapi juga untuk jangka panjang. Terkait hal ini, Djoko mengungkapkan BSSN mempunyai 4 deputi yang salah satunya bergerak khusus untuk penanganan terorisme.
Namun hingga saat ini, BSSN sendiri masih terkendala dengan kondisi kelembagaan yang baru berubah, setelah sebelumnya dikenal dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Sehingga, kata dia, pihaknya masih butuh penyesuaian.
"Kami sedang menyiapkan masa transsisi dari Lemsaneg jadi BSSN. Nanti segera kami tunjukkan kepada bangsa ini bahwa kami sudah siap bekerja," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Djoko berpandangan, permasalahan terorisme sudah dipegang para penegak hukum dan TNI. Namun, ia menilai masyarakat juga perlu dilibatkan dalam pencegahan teror.
"Kalau teroris kan tanggung jawab kita bersama. Bahkan Pak Wakapolri juga bicara bahwa ini tanggung jawab seluruh Indonesia. Warga juga diminta kepekaannya ketika mendapat ada yang mencurigakan, segera lapor ke aparat," pungkas Djoko.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan