Pencarian populer

Bursa Ketua DPR, Formappi Nilai AGK Bisa Jawab Tuntutan Golkar Bersih

Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Twitter/@Agus_Gumiwang)

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto tak bisa berleha-leha. Di satu sisi, ia harus menyelesaikan susunan kepengurusan hasil revitalisasi. Di sisi yang lain, publik juga menanti keputusan Airlangga menunjuk Ketua DPR baru.

"Saya kira memang yang paling penting bagaimana slogan Golkar Bersih yang didengungkan Ketum Golkar baru bisa langsung terlihat dalam keputusan Golkar memilih figur yang tepat untuk posisi Ketua DPR," ujar Peneliti Formappi Lucius Karus ketika dihubungi, Jumat (22/12)

Oleh karena itu untuk posisi Ketua DPR pengganti Setya Novanto, menurutnya, publik tentunya sangat mengharapkan figur yang punya posisi tegas terkait isu pemberantasan korupsi. Termasuk sikap terhadap Pansus Angket KPK.

Dengan demikian, apabila Golkar ingin meraih simpati publik, maka 'ikon' DPR yang dipilih sedapat mungkin harus bebas dari isu miring yang berhubungan dengan kasus korupsi. Bahkan, figur yang mungkin namanya pernah disebut tersangkut kasus tertentu pun harus dihindari Golkar.

Pimpinan DPR di Rapat Pariurna (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

"Figur yang pernah dihinggapi isu keterlibatannya pada kasus tertentu hanya akan menghabiskan energi dan waktu Golkar untuk berpolemik dan membela diri. Hal itu sekaligus tak akan membuat publik langsung simpati dengan Golkar," tandasnya.

Hingga kini, ada tiga nama kandidat Ketua DPR yang mulai menguat di internal Golkar yaitu Ketua Komisi III Bambang Soesatyo, Ketua Badan Anggaran (Banggar) Aziz Syamsudin, dan Sekretaris Fraksi Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK)

Dari nama-nama yang disodorkan tersebut, Lucius berpendapat bahwa Agus Gumiwanglah yang dapat menjawab tuntutan 'Golkar Bersih'. Sebab, Bamsoet dan Aziz selama ini sikapnya sangat mendukung Pansus Angket KPK.

Lucius mengatakan Bamsoet mungkin bisa dipertimbangkan karena pengalamannya sebagai Ketua Komisi III, tetapi penting bagi Golkar untuk memastikan track record Bamsoet bersih.

"Bamsoet sendiri jika ingin meraih posisi Ketua Golkar itu harus berinsiatif untuk membuktikan dirinya layak sebagai Ketua dan bebas dari masalah korupsi. Akan tetapi dia akan langsung gugur ketika sikapnya terkait Pansus KPK menjadi acuan untuk mengukur komitmennya terhadap pemberantasan korupsi. Dan saya kira akan berisiko jika dia dipilih Golkar," jelas Lucius.

Sama halnya dengan Azis. Lucius menyatakan sikap Aziz yang mendukung Pansus Angket KPK sejak awal sudah tak layak memenuhi krteria Golkar Bersih yang menjadi komitmen Airlangga. Aziz juga dikenal dengan Setya Novanto.

"Saya tak bermaksud untuk mengunggulkan salah satu sembari 'menyingkirkan' dua calon lainnya, tapi pendapat saya pribadi, dari ketiga nama yang disodor mungkin Agus Gumiwang yang bisa menjawab tuntutan tagline Golkar Bersih itu," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: