kumparan
30 Mei 2018 4:05 WIB

Canda Bom Penumpang Lion Air Berujung Pidana

Keriuhan penumpang Lion Air saat ada guyonan bom. (Foto: @kisbet_/Twitter)
Pesawat Lion Air tujuan Jakarta gagal terbang dari Pontianak pada Senin (28/5) lalu. Penyebabnya, seorang penumpang bernama Frantinus Nirigi (26) mengaku membawa bom kepada seorang pramugari, saat sedang menaruh barang di bagasi kabin pesawat sebelum lepas landas.
ADVERTISEMENT
Setelah tas Frantinus diperiksa, bom tidak ditemukan. Namun penumpang lainnya terlanjur panik, mereka beramai-ramai keluar lewat pintu darurat dan menaiki sayap pesawat bernomor penerbangan JT 687 itu. Dianggap membahayakan keselamatan penumpang dengan gurauannya, polisi menahan Frantinus.
Untuk memudahkan Anda mengikuti perkembangan peristiwa ini, berikut kumparan sajikan poin-poin penting rangkaian insiden candaan bom berujung pidana. Update berita terkini juga bisa Anda ikuti di topik 'Canda Bom di Pesawat'.
  • Frantinus bergurau membawa bom ke pramugari pesawat sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam kondisi panik, nyaris seluruh penumpang di dalam pesawat itu berebut keluar dari pesawat dan meloncat ke landasan pacu. Jarak yang cukup tinggi mengakibatkan sepuluh orang mengalami luka-luka, delapan orang dibawa ke RS AURI Supadio dan dua lainnya melanjutkan penerbangan dengan kondisi luka ringan.
  • Pihak Lion Air melaporkan penumpang yang menginisiasi membuka paksa pintu darurat atas tuduhan perusakan pesawat. Penumpang tidak boleh sembarangan membuka pintu darurat tanpa izin awak kabin.
  • Polisi lalu mengamankan Frantinus untuk dimintai keterangan. Berdasarkan UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dala pasal 437, mereka yang bercanda bawa bom hingga mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, terancam pidana penjara paling lama delapan tahun.
Pelaku guyonan bom di maskapai Lion Air. (Foto: dok. Istimewa)
  • Frantinus merupakan alumni Untan Pontianak yang baru saja diwisuda bulan ini. Ia berencana akan kembali ke kampung halamannya di Jayapura, Papua. Ia membawa banyak bawaan, sehingga berencana transit ke Jakarta terlebih dulu.
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkomitmen pihaknya akan menindak tegas Frantinus. Ia juga meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bekerja sama dengan Kepolisian untuk menindaklanjuti seluruh insiden penyebaram informasi palsu soal bom.
  • Ombudsman ikut angkat bicara. Alvin Lie berpendapat penumpang Lion Air yang panik dan mencoba membuka pintu darurat tidak layak dilaporkan, apalagi dipidana. Alvin menduga, pihak manajemen Lion yang melaporkan penumpang hanya mengejar kerugian ekonomi saja.
  • Polisi telah menahan Frantinus pada Selasa (29/5). Saat ini Frantinus telah mendekam di Polresta Kalimantan Barat dan ditetapkan sebagai tersangka.
Pintu darurat pesawat Lion Air yang rusak (Foto: Dok. Polda Kalbar)
  • Sempat beredar isu bahwa insiden itu terjadi karena pramugari yang salah dengar ucapan Frantinus, namun polisi menepisnya.
  • Insiden canda bom berujung pidana ini mendapat perhatian media massa di Belanda. Harian Algemeen Dagblad salah satunya, menampilkan berita dengan judul Botbreuken En Hoofdwonden Na Paniek Om Valse Bommelding Vlucht Indonesië, yang artinya Patah Tulang dan Cedera Kepala Setelah Panik karena Pemberitahuan Bom Penerbangan Indonesia.
  • Polri menjamin akan memproses kasus Frantinus hingga tuntas. Pasalnya, insiden itu dianggap dapat merusak nama baik Indonesia di mata dunia.
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan