kumparan
28 Des 2018 11:50 WIB

Capaian Kinerja Kemendikbud Selama Tahun 2018

com-Taklimat Media Kemendikbud (Foto: Novianti Rahmi Putri/kumparan)
Mengakhiri tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Taklimat Media dengan tema “Kilas Balik Kinerja Tahun 2018 dan Program Kerja Tahun 2019”, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Kamis (27/12).
ADVERTISEMENT
Membuka acara tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi memaparkan berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Kemendikbud selama satu tahun ke belakang.
Dimulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk tahun 2018 melampaui target yang sudah ditentukan. Program Indonesia Pintar 2018, yang merupakan perwujudan dari salah satu program prioritas Kemendikbud, untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, seperti membangun sekolah, ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, membangun ruang perpustakaan semakin meningkat. Khusus untuk Papua dan Papua Barat, Kemendikbud sudah membangun 14 sekolah baru.
Di tahun 2018, Kemendikbud menargetkan 40.000 sekolah untuk mengikuti UNBK, namu realisasinya jauh di atas angka tersebut. Dari data Kemendikbud, tercatat 59.467 sekolah dengan estimasi 6 juta siswa mengikuti UNBK. Selain itu, jumlah putus sekolah juga semakin menurun, dan beragam pencapaian lain juga berhasil dicatatkan oleh Kemendikbud.
ADVERTISEMENT
Selain itu, salah satu yang menjadi tajuk utama Kemendikbud adalah penanggulangan bencana di sektor pendidikan. Mulai dari bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Sulawesi Tengah, Kemendikbud menjadi salah satu kementerian dengan respon paling cepat.
“Kemendikbud memberikan bantuan sebesar Rp 298.733.000.000 untuk bencana di NTB, dan Rp 346.205.171.600 untuk bencana di Sulteng. Bantuan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk seperti pendirian tenda kelas darurat, bantuan logistik, layanan trauma healing, rehabilitasi ruang kelas, beasiswa siswa terdampak, bantuan sosial, diklat pendidikan, dan perlengkapan sekolah,” papar Didik.
com-Taklimat Media Kemendikbud (Foto: Novianti Rahmi Putri/kumparan)
Selain persoalan penanggulangan bencana di sektor pendidikan, Kemendikbud juga terus mengoptimalkan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Tujuannya, untuk mewujudkan visi pemerintah yang tertuang dalam Nawacita. Hal ini terus digalakkan agar mengurangi kesenjangan antar wilayah dan antar kelas sosial di masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya capaian, Kemendikbud juga memaparkan proyeksi di tahun 2019. Dalam hal ini, Kemendikbud akan terus fokus pada program prioritas. Antara lain, Program Indonesia Pintar (PIP), Revitalisasi Pendidikan Kejuruan dan Keterampilan, Penguatan Pendidikan Karakter, Zonasi, Pemerataan Guru, serta Pendidikan Kebencanaan.
Pendidikan kebencanaan sendiri sudah ada sejak kejadian tsunami yang menimpa Aceh pada 2004 silam. Pendidikan tersebut diberikan kepada guru dan sekolah-sekolah di 223 Kabupaten yang rawan bencana. Kini, pendidikan kebencanaan mulai digalakkan kembali dan ditanamkan kepada murid sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanan (TK).
Story ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan