Pencarian populer

CEO Talks: Siapa yang Menguasai Big Data Akan Menjadi Pemenang

Ketua Iluni MM UI sekaligus Managing Director Airfast Indonesia Arif Wibowo. (Foto: Efira Tamara/kumparan)

Keberadaan big data kini menjadi hal yang sangat penting bagi perkembangan perusahaan di seluruh dunia. Sebab, big data dapat menunjang kelancaran hidup manusia dengan memetakan kebiasaan hidup manusia.

Melalui CEO Talks bertajuk 'Business Outlook 2019: Exponential Growth through Big Data and Behavioral Science', para petinggi perusahaan ternama berbagi pengalaman soal betapa pentingnya peran big data adi era penuh kemajuan teknologi seperti saat ini.

Hadir dalam kesempatan kali ini beberapa narasumber hebat di bidangnya yaitu Ketua Iluni MM UI sekaligus Managing Director Airfast Indonesia Arif Wibowo, VP Data Insight Telkomsel Mia Melinda, dan CEO Dattabot Regy Wahyu. Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyampaikan pandangannya melalui video yang diputar di tengah acara.

“Siapa pun yang menguasai big data akan menjadi pemenang,” ujar Arif Wibowo sebagai opening speaker di XXI Studio 1, Epicentrum, Jakarta, Rabu (5/12).

Sementara itu VP Data Insight Telkomsel, Mia Melinda mengatakan, perubahan perilaku konsumen terus terjadi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh device yang terus berubah.

Smartphone semakin murah. Kemudian di sisi network dari 2G kemudian jadi 3G, 4G, dan mungkin akan 5G. Dan aplikasi yang juga semakin banyak," kata Mia.

CEO Dattabot Regy Wahyu dalam acara CEO Talks (Foto: Efira Tamara/kumparan)

Dengan adanya big data, lanjut Mia, perusahaan dapat memetakan bagaimana perilaku konsumen. Selanjutnya, perusahaan bisa melihat mana konsumen yang banyak menghabiskan waktu di musik, media sosial, dan hal-hal lainnya.

Bambang Brodjonegoro melalui videonya menyampaikan dampak dari big data yang amat bermanfaat. Hal ini menyangkut acara besar Asian Games 2018 kemarin.

"Bahkan kita bisa memonitor pergerakan mereka. Sehingga untuk ke depannya ketika kita katakan menjadi host suatu event besar lagi maka kita tahu apa yang harus kita antisipasi dari awal," tutur Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Dattabot Regy Wahyu menjelaskan bagaimana pemanfaatan big data dalam pertanian. Menurutnya, jika big data diterapkan dalam pertanian maka tidak akan ada lagi perbedaan data mengenai beras.

"Tapi kan permasalahan yang kita hadapi adalah kita masih impor. Terlepas dari apa pun perdebatan yang ada di pemerintahan. Permasalah yang paling signifikan itu adalah datanya enggak ada. Datanya itu pertanian, perdagangan, BPS, maupun Bulog, itu berbeda-beda. Sehingga mana sih seharusnya yang kita ikuti," jelas Regy.

Tidak hanya itu, menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih hidup dalam kegelapan. Hal ini karena minimnya data yang ada di Indonesia untuk menunjang pemetaan perilaku yang akhirnya akan digunakan untuk memajukan bangsa.

"Banyak data-data yang sangat tidak terkoneksi. Tapi kita lihat ini adalah sebuah opportunity untuk memberikan impact kepada mereka. Sehingga para petani bisa hidup lebih layak mendapatkan akses finansial, mendapatkan akses dari barang-barang yang kita semua bisa nikmatin untuk kehidupan," tuturnya.

CEO Talks merupakan acara yang diinisiasi Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Indonesia (ILUNI MMUI) dan Selasar.com

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35