kumparan
24 Mei 2019 13:34 WIB

Cerita di Balik Insiden ‘Celana Melorot’ Juru Kamera KompasTV

Vebry James Gustan, Juru Kamera KompasTV. Foto: Dok. Pribadi
Pemberitaan aksi 22 Mei 2019 masih memadati kolom media sosial. Mulai dari kronologi kericuhan, jumlah korban, dan provokator massa. Termasuk, potret awak media dalam melaporkan kejadian dari lapangan turut diperbincangkan.
ADVERTISEMENT
Adalah Vebry James Gustan, juru kamera KompasTV yang viral karena insiden ‘audio bocor’. Footage video dengan suara ‘menarik celana, melorot, lari-lari melorot lagi’ menjadi trending.
Sejak bergabung dengan KompasTV dua tahun yang lalu, meliput aksi demonstrasi bukan hal baru baginya. “Tapi kalau dengan kericuhan dan (durasinya) panjang ini pertama kali,” ujarnya ketika dihubungi kumparan, Jumat (24/5).
Untuk peliputan aksi 22 Mei, dia sudah mulai ‘stand by' dari Selasa (21/5) sore. Vebry sempat ditugaskan untuk meliput di Posko Cemara, Media Center Paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat.
“Jam 21.30 WIB sudah terdengar ricuhnya di depan Bawaslu, sampai di lokasi jam 22.00 WIB, hingga selesai subuh,” bebernya.
Vebry James Gustan, Juru Kamera KompasTV. Foto: Dok. Pribadi
Ia menambahkan, semua peralatan sudah disiapkan oleh kantornya. Seperti helm dan kacamata. Hanya pasta gigi yang ia sediakan sendiri untuk mengurangi efek gas air mata. Saat melaporkan, ia berada di belakang barisan polisi. Ketika polisi bergerak atau lari, ia mengikutinya.
ADVERTISEMENT
”Kalau polisi berhenti, cari tempat aman, seperti pohon, tiang listrik, atau tembok sambil duduk pegang kamera,” tambahnya.
Kondisi yang mengharuskan dia terus bergerak mengikuti dinamika di lokasi menjadi penyebab terjadinya insiden kecil, ‘celana melorot’. “Celana jeans saya sudah dipakai lima hari, jadi melar. Beda kalau habis dicuci. Itu kan agak kecil,” jelasnya sambil tertawa.
Vebry James Gustan, Juru Kamera KompasTV. Foto: Dok. Pribadi
Ditambah lagi, ikat pinggang yang ia gunakan tidak ada lubangnya. Ia mengenakan model ikat pinggang yang sekali jepit. “Kalau pas lari ya (ikut melorot),” tambahnya.
Terkait kebocoran audio karena celana melorot ini, ia menjelaskan akibat sistem audio atmosphere yang dibuka pada saat siaran live. Sistem yang dibuka untuk memberikan gambaran suasana kejadian, seperti suara tembakan.
ADVERTISEMENT
Sementara sistem itu dibuka, ia juga harus berkoordinasi dengan koordinator liputan, petugas yang mengarahkan dari kantor. “Saya pakai headset karena ngobrol sama orang kantor, untuk koordinasi, ternyata bocor omongan itu,” jelasnya.
Vebry James Gustan, Juru Kamera KompasTV. Foto: Dok. Pribadi
Menurutnya, kebocoran audio saat siaran live kerap terjadi. Biasanya, insiden ini akan diakali dengan penurunan audio di sistem atau ditimpa dengan suara reporter.
Terkait viralnya footage video itu, ia baru mengetahuinya satu hari setelah kejadian. “Ini ada apaan sih, kenapa sih, gue akhirnya dikasih lihat videonya, jadi mereka (netizen) nonton sambil dengerin suara gue,” jelasnya sambil tertawa.
Ia tidak mempermasalahkan video viral itu. Malah, KompasTV mengunggah sosoknya dalam saluran YouTube untuk menceritakan behind the scene liputan tersebut.
ADVERTISEMENT
Soal tagar #CelanauntukVebry, ia tidak menganggap serius. “Itu jadi bahan candaan saja,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan