Pencarian populer

Cerita Dua Polantas Tenang Hadapi Adi Saputra yang 'Unboxing' Motornya

Bripka Oky (kiri) dan Bripka I Made, saat diwawancarai usai terima penghargaan. Foto: Andesta Wijaya/kumparan

Dua anggota Polantas Polres Tangerang Selatan, Bripka Oki Ranto Hipa Wardana dan Bripka I Made Andry Kusuma, mendapat penghargaan karena kesabarannya menghadapi Adi Saputra (21). Adi Saputra mengamuk dan merusak motornya -- netizen menyebutnya dengan istilah 'unboxing' -- karena tak terima ditilang.

Oki mengatakan, dirinya tak pernah terpikir pria yang ditilangnya akan bersikap seperti itu, bahkan sampai merusak motornya sendiri. Tapi, dia hanya berusaha tenang karena sudah menjalankan tugas sesuai prosedur.

"Ya seperti biasa, karena masyarakat tidak mengerti prosedur Undang-Undang Lalu Lintas, ya saya berusaha untuk tenang, tidak kepancing untuk emosi, saya fokus untuk menilang," tutur Oki di Mapolres Tangerang Selatan di Pamulang, Kamis (14/2).

Adi Saputra, pria yang ngamuk saat ditilang ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (8/2). Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Sementara, I Made Andry Kusuma saat itu merekam aksi Adi Saputra yang terus mengamuk dan mencopot satu per satu bagian dari sepeda motor yang baru dibelinya sebulan lalu itu. Dia sengaja merekam kejadian itu agar memiliki bukti bahwa yang tengah dilakukannya bersama Oki sesuai dengan tugas.

"Sering kejadian kan, banyak masyarakat yang merekam juga, tapi takutnya kami informasi yang beredar di masyarakat itu tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Maka dari itu saya berinisiatif merekam dengan maksud supaya kejadian yang terjadi itu ya tidak ada kami reka-reka, sesuai dengan apa yang ada pada proses kejadian itu, dan juga sebagai bahan laporan kami kepada pimpinan," jelas Andry Kusuma.

Keduanya bersyukur sikap tenang dalam menghadapi Adi Saputra berbuah penghargaan dari Polri yang diserahkan hari ini. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi keduanya untuk bekerja lebih baik.

Adi Saputra akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Bukan karena merusak motornya, dia diduga merupakan penadah barang curian.

Motor yang dirusak pemiliknya karena tak mau ditilang dibawa ke Polres Tangerang Selatan. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Setelah diselidiki, sepeda motor yang dibeli Adi Saputra secara online itu merupakan hasil penipuan. Motor yang dibeli Adi Saputra merupakan hasil gadai seseorang kepada pelaku penipuan. Bukan menyimpannya sampai pemilik motor membayar gadai, pelaku malah menjualnya dan dibeli oleh Adi.

Adi membeli motor Honda Scoopy yang hanya dilengkapi STNK (tanpa BPKB) itu seharga Rp 3 juta. Adi juga dijerat pasal menghilangkan barang bukti kejahatan karena merusak motor tersebut. Atas perbuatannya, Adi terancam penjara 6 tahun.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36