kumparan
21 Mar 2019 21:13 WIB

Cerita Prabowo Timbang Erwin Aksa Jadi Cawapres Sebelum Pilih Sandi

Pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi tiba di acara silaturahmi Aliansi Pengusaha Nasional. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri deklarasi dukungan dari Aliansi Pengusaha Nasional di Djakarta theatre, Kamis (21/3) malam. Dalam sambutannya, Prabowo bercerita pernah menimbang Erwin Aksa menjadi pendampingnya di Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
Awalnya, Prabowo bercerita ia ingin cawapres yang anak muda. Selain itu, Prabowo juga berharap pendampingnya sudah mapan sehingga tidak akan korupsi.
"Saya dari awal mau wakil saya anak muda. Lho kalau saya 68 tahun, pengganti saya harus lebih muda daripada saya. Dan dia harus fit, harus kuat, sehat, dia harus pintar, harus lebih pintar dari saya," ujar Prabowo di lokasi.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto memberikan sambutan pidato di acara silaturahmi dengan Aliansi Pengusaha Nasional. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Menurut Prabowo, logika seperti inilah yang ia pelajari bahwa pemimpin harus pintar. Orang-orang sekitar pemimpin juga harus pintar.
"Kalau orang sekitar kita bodoh-bodoh, kita yang capek," tutur Prabowo.
Prabowo merasa beruntung karena ia menemukan Sandi. Sebab, Sandi memenuhi kriteria cawapres yang dicarinya. Lebih muda 20 tahun dan pintar.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Prabowo bercerita sebenarnya sudah meminta Sandi menjadi cawapresnya sejak 2014 lalu.
"Sebetulnya saya sudah minta dari 2014, betul. Ngaku lo, lo ngaku dan sudah kriteria itu semua," tutur dia.
Tak hanya itu, Prabowo juga bercerita sempat menimang Erwin Aksa menjadi cawapresnya. Menurut dia, jika Sandi tak jadi cawapresnya, maka ia akan meminang Erwin.
Pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi tiba di acara silaturahmi Aliansi Pengusaha Nasional. Foto: Helmi Afandi/kumparan
"Saya terus terang, saya buka, saudara Erwin Aksa saya minta. Mana Erwin ngaku lo. Kalau enggak Sandi, Erwin aku minta. Benar ini, benar," kata Prabowo yang disambut tawa para hadirin.
Namun, akhirnya Prabowo memilih Sandi. Setelah kampanye berjalan selama beberapa bulan, dengan Sandi sebagai pendampingnya, Prabowo bersyukur karena keduanya tak dipandang sebelah mata di ajang pilpres.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan