Pencarian populer
3 Juni 2017 16:04 WIB
0
0
Cerita Sofyan yang Dicap Murtad karena Berhenti Jadi Teroris

Ilustrasi teroris (Foto: Thinkstock)
Lima tahun Sofyan Tsauri bergabung dengan kelompok Al-Qaeda sebelum akhirnya tertangkap oleh polisi pada tahun 2010. Ia sempat mendekam di penjara karena keterlibatannya dalam aksi terorisme.
Pada akhirnya Sofyan kemudian bebas pada tahun 2015 lalu dan memutuskan juga keluar dari kelompoknya. Namun keputusannya keluar sebagai anggota kelompok Al-Qaeda pun tidak dijalaninya dengan mulus begitu saja.
Ia sempat dicap murtad oleh rekan-rekannya masih masih tergabung dalam kelompok itu. "Iya dianggap saya murtad dianggap saya lemah dalam perjuangan," ujar Sofyan saat ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6).
Tidak hanya dicaci, ia mengaku sempat diracun oleh mantan rekan kelompoknya. "Saya dua kali diracun di LP Cipinang, pernah dua kali diberi racun dalam makanan oleh mereka," ucap Sofyan.
[Baca: Kisah Sofyan Tsauri Bergabung dengan Teroris Hingga Akhirnya Sadar]
Meski pada akhirnya selamat, ia mendapat cobaan lainnya. Kali ini dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Sofyan sempat mendapat penolakan meski pada akhirnya sedikit demi sedikit bisa mendapat kepercayaan kembali dari masyarakat.
"Iya, itu bisa jadi stigma, mulai dari rumah dan sebagainya tapi kita membangun kepercayaan, eks teroris yang sudah ramah lingkungan," ujar Sofyan.
Hambatan pun kembali datang pada saat Sofyan mencoba mencari pekerjaan. Ia mengaku sulit mendapat pekerjaan lantaran tidak mempunyai Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
"Waktu daftar Go-Jek dan kemudian harus ada SKCK sedangkan dari Polri enggak bisa menghilangkan pernah terlibat terorisme. Kami mau daftar Grab enggak mungkin enggak pake SKCK, itu Grab juga ngeri ini teroris," kata Sofyan.
[Baca: BIN: Terorisme Persoalan Isi Kepala, Perut dan Hati]
Ia kemudian memilih menjadi seorang sebagai guru agama. Dirinya mengaku sudah nyaman menjadi guru agama dan berdakwah keliling. "Memang enggak mudah melawan stigma itu, pasti kami lawan dengan reputasi, kami bisa kembali kepada masyarakat, dan kami tidak lagi berbahaya kepada masyarakat," ujar Sofyan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: