Pencarian populer

Cerita Warga Bandung Gagal ke Singapura karena Dituding TKI Ilegal

Kantor Imigrasi (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan )

Seorang warga bernama Rima Rosmayanti gagal berangkat liburan ke Singapura. Dia ditahan pihak imigrasi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dan dituding sebagai TKI Ilegal.

Peristiwa ini disampaikan oleh paman Rima, Borrys Hasian. Borrys mengatakan, saat itu, Rima akan berangkat ke Singapura untuk berlibur. Dia menggunakan pesawat AirAsia menuju ke Singapura dan dijadwalkan terbang pada Selasa (7/8) pukul 16.05 WIB.

Awalnya tidak ada keanehan, sampai akhirnya Rima tiba di counter pemeriksaan keimigrasian. Seorang petugas Imigrasi menahannya dan membawa Rima ke ruang interogasi.

"Ada dua sampai tiga orang yang ada di ruang interogasi itu," kata Borrys saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (7/8).

Bandara Husein Sastranegara (Foto: Wikimedia Commons)

Saat itu, petugas imigrasi menuding Rima sebagai TKI ilegal. Bahkan, sejumlah ancaman disampaikan oleh petugas imigrasi kepada Rima, mulai merobek paspor hingga penjara 5 tahun.

"Diancam paspor bakal dirobek dan dipenjara 5 tahun kalau enggak ngaku bakal jadi TKI ilegal. Masa bilang kalau liburan lebih dari 7 hari itu overstay," tutur Borrys.

Saat itu, Rima menunjukkan bukti tiket pergi dan pulang kembali ke Indonesia, yakni pada 4 September 2018. Borrys yang saat ini sudah menetap di Singapura bahkan sudah menyampaikan surat pernyataan menanggung semua biaya Rima selama di Singapura. Tapi, itu tak cukup untuk meyakinkan petugas imigrasi.

"Sampai saya bikin surat pernyataan menanggung semua biaya, lengkap disertakan copy ID card saya, paspor dan kartu nama saya lengkap dengan telepon," imbuh dia.

Petugas imigrasi rupanya tak peduli dengan semua bukti yang ditunjukkan Rima. Rima akhirnya merelakan tiketnya hangus dan semua rencana liburannya di Singapura batal.

Setelah diinterogasi, Rima akhirnya kembali pulang dan mencoba mengurus tiket ke AirAsia. Borrys mengatakan, salah seorang petugas imigrasi juga turut memarahi pegawai AirAsia.

"Pas (keponakan saya) disuruh keluar dan ambil koper, dan orangnya (petugas imimgrasi) marah-marah ke staf AirAsia karena katanya ponakan saya bisa lolos. Aneh, lolos, emangnya mau ngapain?" ujar Borrys.

Rima sempat berbincang dengan pegawai AirAsia sambil mengurus koper dan tiket. Saat itu, seorang petugas AirAsia menyebutkan salah satu petugas yang menginterogasinya dikenal kerap mencari masalah.

"Staff AirAsia-nya ngomong ke ibu saya (yang mengantar Rima), petugas itu memang sering cari masalah," tutur Borrys.

Borrys mengatakan, penolakan itu baru pertama kali terjadi. Padahal, anggota keluarga kerap berlibur lama di Singapura dan berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, mengingat keluarga memang banyak di Bandung.

"Kan saya orang Bandung. Sudah biasalah saudara dan keluarga saya liburan lama di Singapura. Kan saya sudah tinggal tetap di Singapura," kata Borrys.

Saat ini, Borrys hanya berharap kasus seperti ini tidak dialami oleh warga lainnya. Selain itu, pemerintah harus segara menindak oknum seperti ini.

"Karena bisa jadi banyak korbannya," ucap dia.

kumparan sudah mencoba menghubungi pihak Ditjen Keimigrasian Kemenkumham untuk mengkonfirmasi kejadian ini, tapi belum ada tanggapan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57