Pencarian populer

Curahan Hati AHY: Kanker Darah Menyerang Bu Ani Tanpa Tanda-tanda

Foto bersama keluarga besar Ani Yudhoyono bersama anak dan cucu di rumah sakit. Foto: instagram @ibasyudhoyono

Sabtu (2/2), keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru saja menyelesaikan rangkaian safari politik di Sumatera Utara dan Aceh. Kelelahan sisa perjalanan darat yang panjang masih terasa.

Seperti biasa, di semua perjalanan politik SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat itu selalu didampingi sang istri, Kristiani Herrawati, yang akrab disapa Ibu Ani (66). Ibu Ani juga mengikuti semua safari SBY di Sumatera Utara dan Aceh, yang ditempuh menggunakan jalur darat.

Usai safari politik itu, hal tak biasa nampak pada tubuh Ani. Keluarga menduga putri Sarwo Edhie Wibowo itu kelelahan usai menempuh perjalanan darat yang panjang. Namun, hasil diagnosa dokter di Jakarta mengatakan hal berbeda. Ada yang salah dengan kondisi darah Ani.

Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dokter kepresidenan yang memeriksa Ani langsung meminta Ani dirujuk ke National University Hospital, Singapura. Keluarga langsung menerbangkan Ani ke negeri singa itu.

Di Singapura, Ani menjalani beberapa tes untuk mendiagnosa sakitnya. Hingga akhirnya, tim dokter mengeluarkan kesimpulan bahwa mantan Ibu Negara itu terserang kanker darah.

Keluarga SBY kaget dengan temuan dokter itu. Mereka ingin memberikan perawatan terbaik bagi Ani.

Presiden ke-6 RI, SBY, pada Rabu (13/2) mengumumkan kepada publik bahwa istri tercintanya sedang berjuang melawan kanker. Seluruh anggota keluarga termasuk keempat cucu SBY dan Ani diboyong ke Singapura untuk menemani Ibu Ani.

Wawancara kumparan dengan AHY terkait sakit Ibu Ani Yudhoyono. Foto: Matheus Marsely/kumparan

Putra sulung SBY dan Ani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bercerita langsung kepada kumparan mengenai kondisi kesahatan ibunya. Melalui sambungan Skype, Agus menceritakan bagaimana keluarganya terpukul dengan kabar Ani Yudhoyono terserang kanker darah hingga upaya keluarga SBY untuk memperjuangkan kesembuhan bagi Ani.

Berikut wawancara kumparan dengan Agus Yudhoyono:

Mas Agus, sudah berapa hari di Singapura?

Sejak tanggal 2 (Februari). Memang lebih dari 10 hari dan sampai dengan hari ini masih secara intensif melakukan treatment terhadap Ibu Ani.

Kondisi Ibu Ani perkembangannya bagaimana?

Jadi ini sangat mengagetkan bagi sekeluarga karena setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, hasil analisa medical yang dilakukan pertama di Jakarta, kemudian dirujuk, direkomendasikan untuk dilakukan observasi lanjutan di NUH National University Hospital di Singapura kami mendapatkan penjelasan bahwa Ibu Ani menderita kanker darah.

Itulah yang tentunya mengagetkan kami semua karena kita tahu Ibu Ani termasuk figur yang kuat baik secara fisik maupun aktif berkegiatan di Tanah Air sejak menikah dengan Pak SBY. Menjalani tugas-tugas sebagai istri prajurit sampai dengan menjadi ibu negara.

Tapi kali ini kondisinya sangat tidak baik dan tentunya perlu mendapatkan treatment secara serius dan intensif sehingga bisa disembuhkan kanker darahnya.

Ini kan sebelum kejadian ini Ibu Ani sedang mendampingi Pak SBY safari politik di Sumatera. Bagaimana kejadian awalnya?

Iya betul. Itu yang awalnya kami duga Ibu Ani kondisinya menurun akibat kelelahan mengikuti perjalanan Pak SBY di Sumatera Utara dan Aceh selama kurang lebih 8 hari. Tapi ternyata setelah dilakukan pemeriksaan darah ada 3 indikator yang menurun secara drastis, yaitu leukosit, trombosit, dan juga hemoglobin.

Itulah kemudian dari diagnosa awal tadi kami segera direkomendasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di NUH Singapura ini yang katanya memiliki teknologi lebih baik untuk bisa mendeteksi lebih lanjut sakit yang diderita oleh Ibu Ani secara lebih pasti lagi dan spesifik.

Dan itulah yang akhirnya kami kaget ternyata di luar dugaan, bukan hanya sekadar kelelahan, tetapi ada yang lebih serius lagi. Hari ini adalah hari pertama Ibu Ani menjalani treatment secara khusus untuk kanker darahnya.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menemani Ani Yudhoyono di rumah sakit. Foto: instagram @rika_schmall

Kalau selama ini ada gejala-gejala, kalau biasanya kanker darah itu ada indikatornya bahwa imunitas terganggu. Ada gejala seperti itu tidak, Mas?

Ya selama ini memang tidak terlihat. Mungkin juga karena secara fisik Ibu Ani tergolong kuat di usianya seperti itu (Ibu Ani berusia 66 tahun-red). Tetapi memang ternyata jenis kanker yang ada di dalam tubuh Ibu Ani ini tergolong cukup agresif. Itulah yang akhirnya secar cepat menurunkan kondisi Ibu Ani dan perlu segera ditangani oleh tim dokter di sini.

Kalau dari tim dokter di NUH sudah ada statement bahwa ini termasuk kanker stadium berapa?

Tidak dijelaskan stadium berapa, tetapi yang jelas harus segera ditangani karena jangan sampai kemudian lebih cepat lagi menyebarnya dan saya bersyukur atas segala perhatian dan doa baik dari segenap masyarakat Indonesia di mana pun berada yang tidak henti-hentinya menyampaikan rasa empati dan juga doa dan tentu juga kepada Pemerintah Republik Indonesia, Presiden Jokowi juga sudah menelepon secara langsung kepada Pak SBY sekaligus menugaskan tim dokter kepresidenan untuk juga secara intensif mengikuti perkembangan kondisi kesehatan Ibu Ani di sini.

Keluarga besar Ani Yudhoyono bersama kedua anak dan cucu di rumah sakit. Foto: instagram @ibasyudhoyono

Saat ini apakah Bu Ani dirawat di ruang yang bisa dimasuki penjenguk atau ada di ruang khusus?

Ada di ruang khusus karena memang untuk menjaga stabilitas kondisi badan sekaligus juga sangat menghindarkan dari masuknya virus yang dibawa oleh lingkungan di sekitarnya. Karena memang selama pengobatan tentunya akan mengalami penurunan kondisi oleh karena itu jangan sampai kemudian ada virus-virus lain yang masuk dan mengganggu pengobatan yang seharusnya dilakukan secara progresif.

Tetapi di rumah sakit juga terus menerima banyak sekali para sahabat yang menjenguk walaupun tidak bisa secara langsung berdekatan dengan Ibu Ani.

Tapi sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dengan tulus mereka datang memberikan support secara moril dan juga doa. Ini penting sekali, Mas, karena dalam situasi seperti ini, yang paling harus diperhatikan adalah semangat juang dari Ibu Ani sendiri.

Saya sekeluarga tentunya terus mencoba mendampingi, Pak SBY, saya, adik saya, para menantu dan cucu-cucu sebisa mungkin terus dekat dan memberikan semangat agar Ibu Ani terus memiliki optimisme dan keyakinan bahwa ada jalan, ada cara-cara penyembuhan yang baik.

Mudah-mudahan dengan kemajuan dunia medis termasuk teknologi dan metodologi terbaru bisa menjadi solusi dan juga menjadi penyembuhan terbaik buat Ibu Ani.

Kalau untuk tindakan medisnya apakah mungkin semacam operasi atau ada tindakan lain yang diinformasikan ke keluarga?

Tentu tidak ada operasi yang dijalani saat ini. Tetap ada metodologi-metodologi khusus lainnya. Tentunya tidak hanya melalui obat tertentu, injection, dan lain sebagainya, tetapi terus akan diobservasi oleh tim dokter. Karena sifat atau karakter dari kanker darah ini berbeda-beda dan kasus-kasus yang menimpa yang lain juga tidak selalu sama.

Oleh karena itu harus secara teliti, precise, akurat ditemukan jenis kanker yang ada dalam Bu Ani sehingga metodologi atau teknik pengobatan benar-benar lebih efektif lagi dan tentunya ini membutuhkan ketabahan dan kesabaran.

Kami harus menyiapkan mental. Kami juga terus menata hati karena tentu tidak ada yang siap untuk menerima kabar bahwa ibunda tercinta, bahwa orang yang disayangi menderita penyakit yang serius. Inilah yang terus kami ikhtiarkan dan berdoa kepada Allah agar terus diberikan jalan dan kemungkinan penyembuhan terbaik untuk Ibu Ani.

Ani Yudhoyono foto bersama dengan cucu saat berada di rumah sakit. Foto: instagram @annisayudhoyono

Di beberapa postingan Bu Ani beberapa hari yang lalu itu selalu ditemani cucu-cucu dan keluarga. Memang permintaan khusus Bu Ani agar cucu-cucu selalu menemani beliau?

Ya tentu sumber kebahagiaan Bu Ani adalah keluarga terdekat. Putra putri dalam arti menantu, dan cucu-cucunya. semua tidak bisa setiap hari karena mereka sekolah. Tetapi selama weekend tentunya kami siapkan waktu untuk juga sedekat mungkin dengan Ibu Ani dan memberikan spirit, semangat supaya beliau juga terus memiliki harapan baik untuk pemulihan dan penyembuhan.

Dan yang menarik atau yang mengharukan adalah justru Ibu Ani ini yang terus mengingatkan putra-putanya, saya dan adik saya Ibas untuk juga tetap bisa beraktivitas di Tanah Air, menyapa masyarakat dan terus menjalankan tugas-tugas yang menjadi amanah kami hari ini.

Pak SBY sejak tanggal 2 Februari mendampingi di Singapura?

Betul. Pak SBY tentunya ingin mendedikasikan waktunya bisa bersama-sama dengan Ibu Ani, sebagaimana selama ini selama 43 tahun pernikahan beliau. Ibu Ani juga selalu berada di samping Pak SBY dalam suka dan duka, dalam berbagai penugasan sejak di militer, jadi Ibu Negara, bahkan sampai dengan hari ini. Dan inilah yang jadi sumber kekuatan keluarga kami. Kami ingin selalu berada di sisi Ibu Ani memberikan support layaknya juga yang selalu diberikan dan dicurahkan Ibu Ani kepada suami dan anak-anaknya.

Komunikasi dengan Ibu Ani masih intens?

Ya saya menjaga di rumah sakit, memotivasi Ibu Ani, memberikan pemahaman bahwa proses penyembuhan membutuhkan waktu, membutuhkan kesabaran. Gantian jaga di rumah sakit dengan adik saya dan mudah-mudahan dengan dekat secara fisik, dekat secara hati juga membesarkan hati Ibu Ani.

Kalau untuk komunikasi Bu Ani masih lancar? Kondisinya masih stabil?

Ya ini yang harus terus dilihat dan diobservasi hari per hari, waktu ke waktu, karena memang belum stabil benar. Apalagi hari ini pertama kalinya Ibu Ani menjalankan atau menjalani treatment khusus untuk kanker darahnya. Ada masa up and down pastinya. Tentunya ini juga terus dimonitor secara langsung oleh tim dokter.

Mudah-mudahan bisa semakin baik, semakin baik hari per hari, progresnya juga mudah-mudahan terus menggembirakan. Tetapi perlu kesabaran dan ini adalah ikhtiar daripada kami. Karena itu sekali lagi saya menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada segenap masyarakat yang tidak henti-hentinya memberikan support dan doanya untuk kesembuhan ibunda tercinta.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: