kumparan
11 Okt 2018 13:11 WIB

Curhat Pengrajin Rotan ke Sandi: Kesulitan Dapat Bahan Baku

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat mengunjungi sentra produksi Rotan H. Mulyadi di Cirebon. (Foto: Dok. Team Sandi Uno)
Calon wakil presiden Sandiaga Uno melanjutkan safari politiknya di Jawa Barat dengan mengunjungi sentra produksi rotan di Cirebon.
ADVERTISEMENT
Salah satu pengusaha rotan bernama Pak Mulyadi berharap apabila Prabowo dan Sandi terpilih dapat mengubah kebijakan atau regulasi ekspor bahan mentah rotan yang menyulitkan para pengrajin dalam mendapatkan bahan baku. Apalagi industri ini cukup membutuhkan banyak tenaga kerja.
"Rotan begitu banyak menyerap tenaga kerja. Namun kebijakan ekspor bahan baku rotan membuat industri rotan terpukul. Banyak orang tidak kebagian pekerjaan. Industri rotan di Cirebon dikerjakan di rumah-rumah, tapi sekarang banyak yang tidak kebagian," ungkap Mulyadi ke Sandi di lokasi seperti dikutip dari rilis tim media Sandi, Kamis (11/10).
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (kanan), berbincang dengan Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ahmad Heryawan. (Foto: Dok. Team Sandi Uno)
Hal yang sama juga diutarakan pengusaha rotan lainnya, yaitu Ibu Maria. Kepada Sandi, Maria mengungkapkan sering kesulitan mendapatkan bahan baku rotan.
Menurutnya, hal ini dikarenakan adanya kesulitan regulasi untuk memperoleh bahan baku.
ADVERTISEMENT
"Ini harus dibereskan regulasinya, termasuk hanya segelintir orang yang menguasai bahan baku rotan. Padahal di petani bahan baku menumpuk. Ini ada permainan," tutur Maria.
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berbicara mengenai ekonomi Indonesia saat berkunjung ke sentra produksi Rotan H. Mulyadi di Cirebon. (Foto: Dok. Team Sandi Uno)
Sandi pun berjanji akan menampung keluhan ini dan memperbaiki masalah regulasi ini jika nanti terpilih bersama Prabowo.
"Insyaallah jika terpilih kami akan membuat regulasi yang berpihak kepada industri kecil yang banyak menyerap tenaga kerja seperti di Cirebon," ujar Sandi.
Pada kesempatan itu, Sandi diberi hadiah tas rotan yang dipadupadankan dengan kulit. Pengrajin tas itu, Arif, meminta Sandi memberikan nama untuk tas jenis postman itu.
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (kanan), berbincang dengan Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ahmad Heryawan. (Foto: Dok. Team Sandi Uno)
"Tas seperti ini nama jenisnya postman bag. Tas tukang pos yang meletakkan surat-suratnya yang harus dikirim. Karena ini terbuat dari rotan, saya beri nama Postan. Tas postman dari rotan ini semoga memperkuat ekspor kita," pungkas Sandi.
ADVERTISEMENT
Dalam kunjungannya tersebut, Sandi turut didampingi mantan Gubernur Jawa Barat yang juga politisi PKS, Ahmad Heryawan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan